Pakde Karwo Nilai Tarif Tol Surabaya-Kertonoso Terlalu Mahal

Rabu, 31 Januari 2018 – 00:28 WIB
Gubernur Jawa Timur Soekarwo Ilustrasi by: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Gubernur Jatim Soekarwo menilai tarif tol Surabaya-Kertosono terlalu mahal. Dia mengusulkan ada hitung ulang agar fungsi keberadaan tol bisa membangkitkan ekonomi.

"Dua hari itu saya cek (tol Surabaya-Mojokerto,red), kok sepi. Truk gak ada yang lewat (karena,red) ongkosnya mahal. Lebih baik dia macet lewat bawah," ujar Pakde Karwo, sapaan karib Soekarwo, Selasa (30/1).

BACA JUGA: Pakde Karwo Minta Khofifah Segera Fokus Hadapi Pilgub

Gubernur kelahiran Madiun tersebut menghitung, dengan harga Rp 82 ribu dan panjang 76,97 km, itu terlalu mahal.

Memang harga tersebut masih bisa terjangkau. Namun berbeda halnya dengan truck angkutan barang.

BACA JUGA: Pakde Karwo Raih Dua Penghargaan

"Kalau truck berapa, itu mahal. Saya harus usul, salah satunya menghitung kontrak pemerintah dengan pihak ketiga. Yang tadinya dikembalikan 25 tahun diperpanjang 35 tahun. Agar ongkos biaya murah," jelasnya.

Dengan begitu, Build, Operate and Transfer (BOT) ikut diperpanjang. Sehingga tarif tol bisa lebih ditekan lagi dan masyarakat pun bisa menikmati dengan tariff murah.

BACA JUGA: Pakde Karwo Perintahkan Sebar 2.000 Baliho Khofifah-Emil

Pakde Karwo menyarankan, agar pemerintah mengambil keuntungan belakangan. Sebab, yang terpenting itu adalah rakyat bisa meraih untuk serta meningkatkan perekonomiannya.

"Saya masih diskusi ini dengan Pak Menteri PU agar jangan sampai ini tidak sependapat. Tapi saya harus cari solusi," bebernya.

Dia mengaku, saat ini tengah menghitung dengan beberapa pihak tentang berapa harga yang bisa dijangkau masyarakat.

Dia mengaku sudah ada hitungan perubahan. Hanya saja, Pakde Karwo masih merasa perlu tarifnya tetap ditekan.

Tercatat untuk harga golongan dua, yakni truck dengan dua gandar harganya mencapai Rp 103 ribu. Harga tersebut terbilang mahal. Padahal dibangunnya tol tersebut untuk memperbaiki perekonomian masyarakat.

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Achmad Heri menegaskan, tarif yang telah ditetap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, masih mahal dan membebani masyarakat.

Padahal yang utama dibangunnya tol untuk membantu masyarakat pelaku ekonomi, karena dapat mempersingkat waktu sekitar 2 jam. (bae/rud)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pakde Karwo Setuju Pendamping Khofifah dari Mataraman


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler