PAN Kaji Fenomena Jokowi demi Pilpres 2014

Senin, 16 Juli 2012 – 13:13 WIB

JAKARTA - Fenomena Joko Widodo alias Jokowi dalam Pemilukada DKI Jakarta, membuat Partai Amanat Nasional (PAN) merasa perlu membuat kajian serius. Sekretaris Jenderal PAN, Taufik Kurniawan, menyatakan bahwa sebenarnya fenomena Jokowi ini sudah terlihat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 lalu.

Menurut Taufik, dari analisa PAN diketahui bahwa fenomena Jokowi menunjukkan adanya transisi dari politik aliran ke politik figur. Kajian PAN tentang fenomena Jokowi itu juga tak terlepas dari persiapan partai pimpinan Hatta Rajasa itu dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

"Fenomena Jokowi menjadi analisis PAN. Bagi Pilpres, ini (perubahan dari politik aliran ke politik figur) menjadi realitas yang harus dicermati," kata Taufik di Jakarta, Senin (16/7).

Lebih lanjut Taufik menambahkan, Jokowi yang sebelum Pilkada tak diunggulkan ternyata mampu menjungkir-balikkan hasil survei. Padahal, kata Taufik, lembaga-lembaga survei ternama sudah mengunggulkan pasangan Fauzi Bowo. Namun ternyata, hasil survei itu meleset jauh.

Karena Taufik mengatakan, fenomena Jokowi menunjukkan bahwa masyarakat tak bisa lagi digiring oleh lembaga survei, terlebih lagi lembaga survei partisan yang disewa partai politik ataupun pasangan calon di Pilkada DKI.

Taufik yang juga Wakil Ketua DPR RI itu mengakui, PAN dalam Pemilukada DKI memang mengusung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Meski demikian PAN justru tidak menganggap Jokowi sebagai pesaing.

"Ini bukan kalah atau menang. Kita dekat dengan Pak Jokowi dan tidak melihatnya sebagai kompetitor. Tapi kita melihat Pak Jokowi ssebagai tokoh yang berhasil menarik simpati masyarakat," sambungnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tanpa Figur Baru, Golput Bakal Melonjak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler