Panas! La Nyalla Sebut Big Data Luhut Bohong, Enggak Sampai

Kamis, 14 April 2022 – 20:50 WIB
Ketua DPD La Nyalla Mattalitti (kanan). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti melabeli big data milik Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bohong.

Konon big data tersebut menyebut rakyat tidak tertarik Pemilu 2024.

BACA JUGA: Pak Jokowi Lagi Senang, Misinya Mulai Terwujud, Ada Luhut juga

"Saya hanya menyampaikan itu (big data milik Luhut, red) bohong," kata La Nyalla di Jakarta, Kamis (14/4).

Mantan Ketua PSSI itu mengimbau rakyat tidak terpengaruh dengan klaim Luhut bahwa rakyat bersikap biasa saja menyikapi Pemilu 2024.

BACA JUGA: Fadli Zon Buat Puisi, Singgung Big Data, Utang, Hingga Minyak Goreng

"Jangan mudah terpengaruh berita bohong," kata pria berusia 62 tahun ini.

La Nyalla berani melabeli big data Luhut bohong setelah melihat temuan Evello, lembaga analitik data yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada 2014.

BACA JUGA: Haris Azhar Minta Luhut Jelaskan Big Data Penundaan Pemilu, Jangan Bisanya Tersangkakan Orang Saja

Menurut Evello, jumlah pengguna media sosial membahas penundaan Pemilu 2024 hanya 693.289 akun.

"Jumlah 110 juta (akun pengguna medsos) juga berlebihan ya, 1 juta juga enggak sampai," kata pendiri Evello Dudy Rudianto di Senayan, Jakarta, Kamis (14/4).

Dudy menyampaikan pihaknya memantau media sosial sekitar satu tahun sebelum Luhut membeberkan big data.

"Jadi, ditarik ke belakang satu tahun pun yang membicarakan pemilu atau penundaan pemilu paling besar 693.289 akun," ujarnya. (ast/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler