Pancasila Jangan Sampai Hilang dari Bumi Indonesia

Jumat, 30 November 2018 – 14:48 WIB
Kepala Biro Hubungan Masyarakat MPR Siti Fauziah. Foto: Humas MPR

jpnn.com, JEPARA - Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di desa Bugel, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (28/11) malam mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Buktinya pagelaran wayang yang diselenggarakan di halaman Kantor Balai Desa Bugel, Jepara, itu mampu menyedot ribuan warga masyarakat, untuk datang dan menyaksikan pentas wayang yang dimainkan Ki Masnanto, atau yang terkenal dengan sebutan Ki Dalang Mbeling.

BACA JUGA: Pilpres Rutinitas Demokrasi Biasa, Jangan jadi Ajang Perang

Ikut hadir dalam acara tersebut anggota Fraksi Golkar MPR RI Bowo Sidik Pangarso, Kepala Biro Hubungan Masyarakat MPR Siti Fauziah, Kepala Bagian Pemberitaan dan Layanan Informasi Publik serta Hubungan Antar Lembaga Muhamad Jaya, juga Forkopimda setempat dan Petinggi desa Bugel Masno.

Pagelaran Wayang Kulit dengan Lakon Wibisono Minandito itu dibuka oleh anggota Fraksi Partai Golkar MPR RI Bowo Sidik Pangarso, mewakili pimpinan MPR. Prosesi pembukaan pagelaran wayang kulit, itu ditandai penyerahan tokoh wayang Wibisono dari Bowo Sidik kepada Ki Dalang Mbeling.

BACA JUGA: Ma’ruf Cahyono: Anggota Korpri Harus Tingkatkan Etos Kerja

Sebelumnya, saat menyampaikan sambutan, Bowo Sidik mengingatkan, Sosialisasi Empat Pilar adalah tugas dan acara negara. Bahkan undangannya pun yang mengeluarkan adalah MPR, salah satu lembaga negara yang eksistensinya diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Karena itu, Bowo Sidiq menyesalkan jika ada yang mengaitkan kegiatan Sosialisasi ini sebagai ajang kampanye jelang pemilu serentak April 2019.

BACA JUGA: MPR Gelar Lomba Karya Tulis Ilmiah demi Optimalkan Peran ASN

Acara Sosialisasi, ini kata Bowo Sidik sangat penting. Karena pasca reformasi, para pemimpin takut bicara soal Pancasila. Dianggapnya, Pancasila merupakan pemicu hancurnya ekonomi dan tatanan sosial bangsa Indonesia. Padahal, apa jadinya bangsa Indonesia jika melupakan jatidiri dan ideologi Pancasila

"Lalu, Pimpinan MPR berinisiatif mensosialisasikan kembali Pancasila beserta UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI," kata Bowo Sidik lagi.

Sosialisasi Empat Pilar dilakukan karena Pimpinan MPR sadar kalau Pancasila hilang maka hilang pula bangsa Indonesia. Karena itu, Pancasila harus dipertahankan jangan sampai hilang dari bumi Indonesia.

Senada dengan Bowo Sidik, Kepala Biro Humas MPR RI Siti Fauziah menegaskan, MPR memiliki berbagai metode dalam melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar. Antara lain, cerdas cermat, outbond, TOT, seminar, perkemahan hingga pentas kesenian tradisional. Jadi tidak benar jika kegiatan pementasan wayang dikaitkan dengan pemilu. Karena kegiatan sosialisasi sudah dilakukan jauh-jauh hari di berbagai daerah di Indonesia.

"Selain tontonan, pementasan wayang kulit juga memiliki tuntunan, agar kita bisa menjalani kehidupan berbangsa dan bermasyarakat secara baik dan benar. Inilah salah satu maksud diselenggarakannya sosialisasi menggunakan metode pementasan wayang kulit," kata Kepala Biro Humas MPR. (jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bertemu HNW, Dubes Sudan Sanjung Demokrasi di Indonesia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler