Pancasila tak Bertentangan dengan Ajaran Islam, Begini Penjelasannya!

Kamis, 12 Agustus 2021 – 19:44 WIB
Tangkapan layar saat Sekretaris LD PBNU Moch. Bukhori Muslim menyampaikan sambutannya dalam seminar nasional bertajuk Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Kepada Da’i NU yang diselenggarakan secara daring, Kamis (12/8/2021) (ANTARA/Putu Indah Savitri/pri.)

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) mengatakan bahwa Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama Islam.

Menurut Sekretaris LD PBNU Moch. Bukhori Muslim sila pertama hingga kelima dalam Pancasila mengandung nilai-nilai Islam.

BACA JUGA: Jenderal Andika Buat Gebrakan Soal Tes Keperawanan, Mantap!

"Itu menyambung seperti rantai, tidak terpisahkan,” ujar Bukhori dalam seminar nasional bertajuk Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Kepada Da’i Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan secara daring, Kamis (12/8).

Bukhori menyatakan hal tersebut guna menepis perdebatan yang tengah berlangsung di publik terkait Pancasila yang dianggap tidak selaras dengan ajaran agama Islam.

BACA JUGA: Hasil Survei: 34,1 Persen Tak Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi

Bahkan, terdapat dialog-dialog yang menuntut agar Pancasila digantikan.

Sebagai langkah untuk mempertegas pernyataannya, dia memberikan pemaparan tentang keterkaitan nilai-nilai ajaran Islam dalam sila-sila Pancasila.

BACA JUGA: Omongan Ganjar ini Tegas Banget Soal Pasang Baliho Jelang Pilpres 2024

Sila pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, menggambarkan orang-orang Indonesia yang harus mengenal dan membangun relasi yang baik dengan Tuhan.

Relasi tersebut memungkinkan seseorang untuk memahami sifat-sifat Tuhan, seperti sifat penyayang maupun pengasih.

“Kalau pakai dalil para kiai, pasti sudah pada paham. Kita menyantuni sifat-sifat Tuhan untuk ditiru,” ucapnya.

Kemudian, manifestasi dari sifat-sifat ketuhanan yang terbangun pada seseorang adalah terbentuknya rasa kemanusiaan yang adil dan beradab. Poin ini sesuai dengan sila kedua dari Pancasila.

“Tetapi tidak cukup orang berkeadilan, harus diwujudkan juga dengan persatuan,” ucapnya seraya memberi paparan terkait sila ketiga.

Menurut Bukhori, manusia dapat bersatu dengan erat dan harmonis ketika masing-masing individu berperilaku dengan adil dan beradab.

Tanpa mengusik hak orang lain, dan dengan santun mengimplementasikan sifat-sifat ketuhanan, dalam hal ini penyayang dan pengasih, ke lingkungan di sekitarnya.

“Sehingga setelah bersatu dan kompak, kita akan bermusyawarah dengan kekeluargaan,” tutur Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU ini melanjutkan.

Dia meyakini bahwa individu dengan semangat persatuan dan sifat keadilan akan bermusyawarah untuk menentukan cara-cara dan strategi terbaik guna merealisasikan cita-cita bersama.

Ketika seluruhnya tercapai, kata Bukhori, maka akan tercipta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Itu semua menyambung dengan ajaran Islam, mana yang bertentangan,” ucapnya.

Selain memberi pemaparan mengenai nilai-nilai ajaran Islam yang terkandung di dalam Pancasila, Bukhori juga menyatakan bahwa nilai-nilai Islam juga diterapkan oleh pemerintah Indonesia dalam ketatanegaraan.

Penerapan tersebut dapat dibuktikan dengan berbagai undang-undang (UU) yang berlaku di Indonesia, yakni UU Perkawinan, UU Peradilan Agama, UU Perbankan Syariah, UU Pengelolaan Zakat, UU Partai Islam, UU Pesantren dan lain-lain.

“Minimal ada 14 UU yang terkait dengan Islam,” tutur Bukhori.

Oleh karena itu, bagi Bukhori, baik dari segi Pancasila maupun tata negara secara keseluruhan, Indonesia telah selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam.

“Tatanan kita sudah klir, makanya enggak perlu diperdebatkan,” pungkas Bukhori.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler