Pandemi Baru Mengancam, Amerika Minta Semua Negara Patungan

Kamis, 23 September 2021 – 22:25 WIB
Kamala Harris. REUTERS/Evelyn Hockstein

jpnn.com, WASHINGTON DC - Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris pada Rabu meminta negara-negara dan perusahaan di seluruh dunia untuk menciptakan dana kesehatan global senilai USD 10 miliar untuk persiapan menghadapi pandemi di masa depan.

Harris juga mengumumkan kontribusi senilai USD 250 juta dari Amerika Serikat untuk memulai upaya pembentukan dana global itu, kata seorang pejabat Gedung Putih.

BACA JUGA: Wakil Menteri Keuangan Punya Firasat Kurang Baik soal Pandemi Covid-19, Aduh!

Wapres AS akan menyampaikan permintaan pengumpulan dana global itu selama pertemuan tingkat tinggi virtual tentang COVID-19 yang diadakan di sela-sela Sidang Umum PBB. Pertemuan itu berfokus membahas upaya untuk meningkatkan vaksinasi di seluruh dunia dengan tujuan mengakhiri pandemi COVID-19 pada akhir 2022.

Harris akan memimpin sesi pertemuan yang membahas pencegahan pandemi di masa depan, kata seorang pejabat senior pemerintah AS.

BACA JUGA: Diperiksa KPK, Anies Sempat Pamerkan Kesuksesannya Atasi Pandemi

"Kepemimpinannya selama beberapa bulan terakhir telah mencakup keterlibatan yang sangat spesifik dalam mempersiapkan diri untuk pandemi berikutnya," kata seorang pejabat senior pemerintah AS tentang Wapres Kamala Harris.

"Dia (Harris) mengatakan bahwa kita jelas tidak siap untuk pandemi berikutnya," kata pejabat itu, seraya menambahkan bahwa untuk bersiap, semua pihak perlu membangun sumber daya untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menerapkan "semacam struktur tata kelola peringatan dini pandemi."

BACA JUGA: 6 Sektor Ini Bakal Cepat Pulih dari Dampak Pandemi, Keuntungan Melonjak

Selama pidatonya, Harris juga akan meminta negara-negara untuk membuat suatu dewan penanganan ancaman kesehatan global, yang akan membawa pembahasan tentang ancaman biologis ke tingkat kepala negara untuk mendorong akuntabilitas di antara negara-negara, kata pejabat itu.

Sebelumnya pada Rabu pagi, pemerintah Amerika Serikat berjanji untuk membeli 500 juta lebih dosis vaksin COVID-19 untuk disumbangkan ke negara-negara lain karena AS menghadapi tekanan yang meningkat untuk berbagi pasokan vaksinnya dengan seluruh dunia.

Amerika Serikat juga telah dikritik karena merencanakan pemberian suntikan vaksin penguat (booster) untuk warga Amerika yang telah divaksin lengkap sementara jutaan orang di seluruh dunia masih belum mendapatkan vaksin sama sekali.

Negara-negara lain, termasuk Inggris dan Israel, juga telah memulai kampanye penggunaan vaksin penguat.

Dana Perantara Keuangan untuk Keamanan Kesehatan Global yang baru akan dibentuk di Bank Dunia untuk menggabungkan seluruh sumber daya untuk kesiapsiagaan pandemi, kata pejabat Gedung Putih. (ant/dil/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler