Panglima TNI Hadi Tjahjanto Bicara Blak-blakan di Papua, Simak Kalimatnya

Sabtu, 09 Januari 2021 – 10:25 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengepalkan tangan untuk mengajak tokoh agama di Papua dan Papua Barat terus merajut kerukunan dalam acara silaturahmi di Hotel Suni Garden Lake, Sentani, Jayapura, Papua, Jumat. (ANTARA/ HO-Puspenad)

jpnn.com, JAYAPURA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto blak-blakan soal pengaturan nada dering notifikasi pesan WhatsApp (WA) khusus untuk Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pendeta Lipiyus Biniluk.

Hal itu diungkapkan Panglima Hadi saat berkunjung ke Sentani, Jayapura, Papua pada Jumat (8/1).

BACA JUGA: Kunjungan Kerja Pertama Tahun 2021 Panglima TNI ke Provinsi Papua, Nih Agendanya

"Saya terus terang, khusus untuk pendeta Lipius, handphone saya itu warning-nya kalau yang WA dia (pendeta Lipiyus-red), saya bedakan dengan yang lain," ungkap Marsekal Hadi saat kegiatan silaturahmi Tokoh Agama se-Provinsi Papua dan Papua Barat di Hotel Suni Garden Lake, Sentani.

"Kalau yang lain standar iPhone, tetapi kalau pendeta Lipiyus kirim WA, bunyi (dering)-nya Wa...Wa...Wa," lanjut Hadi Tjahjanto.

BACA JUGA: Sudah Bayar Rp 30 juta, Lulus Tes CPNS dan Dapat SK, Duh Ternyata

Pria berkumis kelahiran Malang, 8 November 1963 itu mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai para pendeta, pastor, dan pemuka agama di Tanah Papua.

Panglima Hadi menyadari kalau ingin menggalakkan pembangunan di Tanah Papua, maka haruslah dipupuk dulu persatuan dari para pemuka agama setempat.

BACA JUGA: Konon, Fadli Zon Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Konten Pornografi

"Karena kalau sudah pemuka agama yang bicara, tidak akan ada umat yang melanggar. Pasti akan mengikuti," tegas Panglima TNI.

Mengingat peran sentral yang dimiliki para pemuka agama bagi Papua dan Papua Barat, maka Panglima TNI Hadi Tjahjanto merasa harus melindungi kesehatan mereka.

Karena itu, dalam kunjungan bersama Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto, Panglima Hadi menyalurkan paket bantuan sosial dari pemerintah berupa 10.000 paket sembako.

Selain itu juga diberikan sebanyak 3.000 alat pelindung diri (APD) dan 10.000 alat tes cepat antigen kepada tokoh agama di provinsi Papua dan Papua Barat.

Panglima Hadi juga meminta para tokoh agama terus menjaga kesehatan. Karena bila itu dilakukan, maka tentu seluruh umat beragama di Papua dan Papua Barat juga ikut menjaga kesehatan mereka.

"Karena tokoh agama harus menjaga kesehatannya. Sehingga nanti kalau 10.000 (alat tes cepat antigen) ini tentu masih kurang. Mudah-mudahan nanti ketika pulang, ada laporannya, dan handphone saya pun kembali berbunyi, Wa...Wa...Wa. Akan saya jawab dan segera saya kirim (tambahan)," kata Panglima TNI.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler