Panglima TNI: Jangan Meragukan Kesetiaan TNI Kepada NKRI

Jumat, 06 Oktober 2017 – 19:09 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada Peringatan HUT ke-72 TNI Tahun 2017 di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, Kamis (5/10). Foto: Puspen TNI

jpnn.com, CILEGON - Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. TNI juga menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun, serta taat kepada Presiden Republik Indonesia sebagai Panglima Tertinggi yang terpilih secara konstitusional. Untuk itu, jangan meragukan kesetiaan TNI kepada NKRI.

Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo usai pelaksanaan Upacara Parade dan Defile HUT ke-72 TNI Tahun 2017, yang dipimpin oleh Presiden RI oko Widodo, di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, Kamis (5/10).

BACA JUGA: Prajurit TNI Hebat, tapi Senjata Masih Jauh Tertinggal

“Bagi kami (Prajurit TNI), kesetiaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah pilar utama yang melekat erat pada setiap sendi dan jiwa raga prajurit TNI,” tegas Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi dan Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Lebih lanjut, Panglima TNI mengatakan politik TNI adalah politik negara. Menurutnya, politik negara merupakan politik yang diabdikan bagi tegak kokohnya NKRI, yang didalamnya mengandung ketaatan kepada hukum, sikap dan perilaku yang selalu menempatkan kepentingan rakyat diatas kepentingan apapun.

BACA JUGA: 3 Jimat Jenderal Soedirman saat Lolos dari Kepungan Belanda

“Prajurit TNI tetap taat kepada atasan, dalam hal ini kepada Presiden RI yang dipilih secara sah sesuai dengan konstitusi, dengan tidak membantah perintah atau putusan. Sekali lagi, jangan ragukan loyalitas TNI,” kata Panglima TNI.

Sementara itu, sebelum meninggalkan tempat upacara Parade dan Defile HUT ke-72 TNI Tahun 2017, Presiden RI Joko Widodo berkesempatan memotong tumpeng yang diserahkan kepada Veteran Pejuang Kemerdekaan RI (Laskar Pejuang Agresor Militer I dan II Yogyakarta) Bapak Paimin, Pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Bahaudin Al-Islami Sidoarjo, Jawa Timur, K.H. Sholeh Qosim (pejuang 10 November 1945 di Surabaya) dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi.(fri/jpnn)

BACA JUGA: Habib Aboe: Kado Manis untuk Jenderal Gatot Saat HUT TNI

BACA ARTIKEL LAINNYA... HUT ke-72, TNI Luncurkan Film Merah Putih Memanggil


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler