Pangonal Kena OTT KPK, Pj Gubsu: Jadikan Ini Pembelajaran

Kamis, 19 Juli 2018 – 22:53 WIB
Petugas KPK menyegel pintu ruangan di Kantor Bupati Labuhanbatu, Rabu (18/7). Foto: sumutpos/jpg

jpnn.com, MEDAN - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Eko Subowo langsung bereaksi atas penangkapan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap oleh KPK.

Selain mengaku prihatin, dia berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi kepala daerah lain di Sumut.

BACA JUGA: Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu dan Ruangan Kadis Disegel KPK

“Saya prihatin juga. Ini harus dijadikan pelajaran bersama oleh kepala daerah lainnya. Harus saling berhati-hati. Jangan sampai hal ini terulang lagi di daerah lainnya,” kata Eko kepada wartawan di Kantor Gubsu, Rabu (18/7).

Berkenaan dengan sikap yang akan dilakukan, Eko mengatakan, masih menunggu tindak lanjut keputusan dari komisi antirasuah tersebut.

BACA JUGA: Bupati Labuhanbatu Ditangkap KPK, Ini Penjelasan Mas Febri

“Jadi ini kan masih diperiksa KPK. Jadi nanti seperti apa penyelesaiannya baru dilaporkan KPK ke kita,” ucapnya.

Jika nantinya Pangonal Harahap memang ditahan KPK dan sudah ada penetapannya, maka upaya selanjutnya menunggu keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Biasanya dalam kasus seperti ini, kalau ternyata nanti memang ditahan, maka akan ditunjuk wakil bupatinya yang jadi pelaksana tugas. Tapi kita lihat lagi bagaimana prosesnya nanti. Kita tunggu arahan dari Mendagri,” sebutnya.

Kabar Bupati Labuhanbatu terjaring OTT KPK juga menjadi pembicaraan hangat di lingkungan Pemprovsu. Banyak pihak menyayangkan terjadi lagi kasus dugaan korupsi di Provinsi Sumut yang melibatkan kepala daerah.

Apalagi mengingat dari kasus yang pernah menjerat dua gubernur Sumut dua periode sebelumnya, sangat memilukan bahkan menampar wajah masyarakat Sumut.

“KPK sepertinya gencar melakukan OTT atas kepala-kepala daerah. Penangkapan Bupati Labuhanbatu tentu semakin membuat Sumut semakin buruk citranya sebagai provinsi terkorup,” kata seorang ASN yang enggan namanya ditulis.

Seperti diketahui, KPK melakukan OTT terhadap Pangonal Harahap bersama ajudannya di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta Selasa (17/7) malam.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan tidak ada perlawanan dari Pangonal saat diamankan. Selain mereka berdua, ada tiga orang lagi ditangkap. Ketiganya merupakan pihak swasta yang ditangkap di Labuhanbatu dan sudah diamankan di Polres setempat.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan bukti transaksi senilai ratusan juta rupiah yang diduga terkait dengan proyek Dinas PUPR di daerah setempat. Sebelum melakukan OTT Bupati Labuhanbatu tersebut, beberapa waktu lalu KPK juga sempat melakukan OTT terhadap Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain. (bal/prn/adz)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler