Para Kepala Desa, Ayo Terus Tampilkan Inovasi

Rabu, 12 Desember 2018 – 18:45 WIB
Bupati bersama para Kepala Desa. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, GRESIK - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memuji badan usaha milik desa (BUMDes) Sukorejo, Sidayu, di hadapan 330 kepala desa se-Gresik kemarin (11/12). BUMDes Sukorejo dijadikan contoh hebat karena berhasil mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional.

BUMDes Sukorejo mampu menghasilkan sekitar 50 produk unggulan. Salah satunya, produk-produk perikanan. Omzetnya telah mencapai miliaran rupiah. BUMDes bernama Podo Joyo itu juga telah pandai berbisnis secara online.

Selain itu, Sambari mengapresiasi 330 desa yang menunjukkan beragam inovasi. Baik sektor UMKM, pengolahan air, maupun potensi wisata. ''Walau kecil, setiap desa wajib punya inovasi,'' ujar bupati yang memang berlatar belakang pengusaha sukses tersebut.

Para kepala desa (Kades) terlihat bersemangat dalam acara Bursa Inovasi Desa di Wahana Ekspresi Poesponegoro tersebut. Menurut data dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD), saat ini sudah banyak sekali inovasi para Kades. Di antaranya, 154 embung desa dan 45 desa wisata. Embung itu dikembangkan agar desa bisa memanfaatkannya saat musim kemarau datang.

Sambari juga yakin desa-desa lain bakal menyusul menjadi desa wisata. Setelah membuka acara, Sambari melihat stan desa-desa yang memamerkan inovasinya. Misalnya, Desa Ketanen, Kecamatan Panceng. Di sana tanaman jagung sangat melimpah. Tidak hanya menjadi bahan pangan, butiran jagung itu juga dimanfaatkan untuk beragam hiasan seperti lampu hias. Ada lagi inovasi Desa Tanggul Rejo, Kecamatan Manyar. Desa tersebut memanfaatkan barang bekas menjadi mainan aeromodelling. Kades mendorong warganya untuk berkreasi.

Sambari berpesan melalui dinas PMD untuk melakukan inovasi sebanyak-banyaknya. ''Silakan manfaatkan potensi setiap desa agar Gresik menjadi lumbung inovasi,'' tutur Sambari yang didampingi Kepala Dinas PMD Gresik Edy Siswoyo.

Pemkab Gresik juga telah meraih penghargaan inovasi. Manfaatnya telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Ada empat inovasi. Salah satunya, Kartu Keluargaku Data Ulang (Kakekku Datang). Kemudian, Jamban dan IPAL Sehat, Masyarakat Senang (Jadi Sayang); Sekolah Perempuan (Skoper); serta Obati Tuntas Penyakit Tuberkulosis (Batas Petir). Empat inovasi itu telah diakui sebagai terobosan bagus. (son/c14/roz)

Inovasi Desa-Desa di Kota Pudak 

154 embung sudah dibangun.

45 desa sudah mengembangkan potensi wisata.

98,89 persen masyarakat sudah punya jamban sehat.

Empat Inovasi Berprestasi 

Kakek Ku Datang: Pelayanan prima pembaruan data kartu keluarga 

Jadi Sayang: Hidup sehat dengan jamban dan IPAL untuk masyarakat

Skoper: Manajemen keluarga dan pemberdayaan

Batas Petir: Fasilitas desa pengobatan tuntas penyakit tuberkolosis

Sumber: Diolah dari berbagai sumber 

BACA JUGA: Bukti Nyata PT IMM Tingkatkan Kualitas BUMDes

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cuma Karena Ini, 6 Kades Dipidana dan Denda Hingga Rp 6 Juta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler