jpnn.com - PARIS - Tunggal putra Denmark Viktor Axelsen butuh waktu 52 menit untuk mengalahkan duta Thailand Kunlavut Vitidsarn pada final Olimpiade Paris 2024, di La Chapelle Arena, Senin (5/8) malam WIB.
Axelsen menang 21-11, 21-11 di tengah sorakan penonton yang mayoritas mendukung si bule Denmark.
BACA JUGA: Kerap Dihantui Cedera, Viktor Axelsen Ungkap Target di Olimpiade Paris 2024
Vitidsarn sudah berupaya meredam ketangkasan Axelsen, tetapi tak cukup.
Axelsen memeluk Vitidsarn erat seusai pertandingan, bak menghibur lawannya itu.
BACA JUGA: Catatan Kelam Seusai Jonatan Christie Angkat Koper dari Olimpiade Paris 2024
"Viktor, Viktor," terdengar keras menggema di La Chapelle Arena.
Axelsen mempertahankan gelar yang dia raih di Olimpiade Tokyo 2020.
BACA JUGA: Olimpiade Paris 2024: Ginting Kesal dan Kecewa Gagal Menembus 16 Besar
Itu juga membuat Axelsen menyamai kehebatan legenda China, Lin Dan, yang meraih emas Olimpiade pada 2008 dan 2012.
Secara keseluruhan, China menjadi juara umum badminton Olimpiade Paris 2024.
Dari lima emas, China menyabet dua, yakni berkat ganda campuran Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dan ganda putri Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.
Lalu Denmark, Korea, dan Taiwan masing-masing satu emas.
Axelsen juara tunggal putra, cewek Korea An Se Young meraih emas tunggal putri, dan ganda Taiwan Lee Yang/Wang Chi Lin, sama dengan Axelsen, mempertahankan gelar yang diraih di Tokyo 2020. (adk/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan