Pasar Jepang Minati Tongkol Jagung Sumatera Utara

Selasa, 03 September 2019 – 13:36 WIB
Petugas dari BKP Kementan saat memeriksa tongkol jagung asal Sumatera Utara. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Belawan, Sumatera Utara, memfasilitasi ekspor 135 ton produk samping jagung berupa tongkol kering senilai Rp 266 juta ke Jepang.

Kepala Karantina Pertanian Belawan Hasrul mengatakan, dari catatan mereka, per Januari hingga Agustus total eskpor tongkol jagung kering mencapai 1.000 ton.

BACA JUGA: Beras Organik P4S Sirtanio di Ekspor ke Itali, Australia dan Amerika

“Nilai ekonominya mencapai Rp 2 miliar. Produk itu telah memenuhi persyaratan teknis dan makin diminati pasar ekspor,“ ujar Hasrul dalam keterangannya, Selasa (3/9).

Dia mengatakan, Jepang sebagai negara tujuan memiliki protokol ekspor yang cukup ketat. Oleh karena itu, Badan Karantina Pertanian (Barantan) selaku otoritas karantina melakukan serangkaian tindakan karantina guna memastikan produk ekspor ini sehat dan aman sehingga memiliki daya saing di pasar global.

BACA JUGA: Tahun Ini, Ketimpangan Pendapatan Semakin Turun

“Kami apresiasi pelaku usaha yang telah membuat tongkol jagung yang biasanya terbuang begitu saja kini dapat menjadi penyumbang devisa negara sebagai produk ekspor,” tutur Hasrul.

BACA JUGA: Fokus Ekspor Tongkol Jagung, Dean Novel Bisa Raup Jutaan Dolar

BACA JUGA: Nilai Tukar Petani Agustus Naik, Dampak Peningkatan Produktifitas Pertanian

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian untuk mendorong ekspor produk pertanian, Barantan melalui program Agro Gemilang melakukan kerja sama dengan seluruh stakeholder. Menambah kerja sama dengan negara mitra dagang, menumbuhkan eksportir baru dari kalangan milenial dan peningkatan frekwensi, volume dan ragam produk ekspor adalah lima kebijakan strategis yang disasar dari program ini.

“Tongkol jagung kering adalah komoditas baru atau emerging product yang diharapkan terus bertumbuh menjadi produk unggulan ekspor baru asal Sumatera Utara,” pungkas Hasrul.

BACA JUGA: Promosi Dagang Berhasil, Kementan Tingkatkan Ekspor Produk Hortikultura

Salah satu eksportir bernama Junaedi mengatakan, pihaknya memperoleh tongkol jagung dari petani di daerah Deli Serdang dan Tanah Karo.

Pengolahan yang dilakukan adalah menggilingnya dengan ukuran 30 milimeter, dan dijemur hingga kadar airnya 14 persen. Setelah itu kembali digiling dengan ukuran 4-8 milimeter dan terakhir dipres dan dikemas dalam karung.

Keseluruhan proses ini disesuaikan dengan permintaan negara tujuan. Junaedi menambahkan, jagung merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat terpenting di dunia. Selain bijian jagung, tongkolnya pun tidak kalah bermanfaat.

"Tongkol jagung digunakan sebagai pakan ternak, bahan kuliner, pengganti bahan plastik, kerajinan, bahan bakar serta pengganti bahan bakar gas," ujarnya. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Modernisasi Pertanian Menyambut Era Teknologi 4.0


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler