Pasaraya Investasikan USD 90 Juta untuk Perkantoran

Kamis, 19 April 2012 – 10:10 WIB
JAKARTA - PT Pasaraya International Hedonisarana tahun ini menginvestasikan dana sedikitnya USD 90 juta. Pengembang Pasaraya Grande Blok M itu menggandeng PT Tata Disantara untuk memuluskan proyek propertinya berupa menara perkantoran. Diharapkan, tahun ini sudah selesai konstruksi sebesar 40 persen. "Groundbreaking kali ini sebagai penanda awal pembangunan Menara Sentraya," kata CEO PT Tata Disantara Ahmad Dipoditiro, di Jakarta, Rabu (18/4).
 
Dia menyebutkan,  Menara Sentraya berdiri di atas areal seluas 8.605 meterpersegi serta direncanakan mulai beroperasi pada April 2014.  Dipo, sapaan akrabnya, mengatakan, menara perkantoran setinggi 36  lantai itu berkonsepkan green & smart building yang dikembangkan di kawasan strategis Sentra Pasaraya Blok M. Perkantoran adalah sebuah premium office building. Ia akan menjadi gedung perkantoran mewah berfasilitas traffic engineering di dalam gedung.  "Termasuk lobi yang luas dan indah serta akses ke areal F&B yang mudah dijangkau," ujarnya.

Dikemukakan, bangunannya akan dilengkapi dengan areal F&B eksklusif serta 9 lantai untuk areal perparkiran yang mampu menampung hingga 1300 kendaraan yang berlokasi 4 lantai di basement dan 5 lantai di podium,  termasuk pembangunan landasan pendaratan helikopter (hellipad) di lantai Atap (roof top).

Dipo mengaku rancang bangun properti yang tepat untuk perkantoran dalam suasana pertumbuhan permintaan office space yang tinggi itu merupakan hasil olah pikir perancanga terkemuka. Desain bangunan perkantoran mixed uses juga terhubung dengan pusat perbelanjaan Pasaraya. Lebih-lebih karena kini Pasaraya sedang direnovasi dan dilakukan counter improvement yang sesuai dengan permintaan pasar.

Selain sebagian dijual secara strata tittle, sebagian lainnya disewakan bahkan juga digunakan sendiri PT Tata Disantara dan PT Pasaraya International Hedonisarana. “Menara Sentraya adalah one stop office & lifestyle hub sebagai perkantoran paling sempurna di selatan Jakarta," terang Dipo. (vit)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Dampak Transmigrasi, Ratusan Desa jadi Ibukota

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler