Pascalebaran, Situasi Politik Berpotensi Panas Lagi

Selasa, 13 Juni 2017 – 05:10 WIB
Situasi politik berpotensi panas lagi pascalebaran. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Dua ormas terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bersepakat untuk bahu-membahu meredakan situasi politik nasional yang masih hangat.

Dalam halakah kemarin (12/6), Sekjen Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyatakan, meski pilkada DKI Jakarta sudah selesai, imbas perseteruannya belum hilang sepenuhnya.

BACA JUGA: Din Syamsuddin Tak Bermaksud Menolak Posisi di UKP-PIP, Tapi...

Buktinya, riak-riak polarisasi masih terjadi dan dirasakan. Muhammadiyah dan NU merasa ikut bertanggung jawab untuk melakukan upaya konstruktif.

’’Agar situasi kehidupan kebangsaan ini makin kondusif dan tidak ada panas-panas lah,’’ ujarnya setelah pertemuan di Gedung Pengurus Pusat Muhammadiyah, Jakarta, kemarin.

BACA JUGA: Please, Jangan Sampai Pemerintah Mengusik Muhammadiyah

Saat didesak apa langkah konkretnya, Mu’ti belum bisa menjelaskan. Menurut dia, pertemuan kemarin baru upaya awal.

Nanti, sebelum Lebaran, pihaknya menjanjikan pertemuan lanjutan guna membahas lebih jauh. ’’Tinggal kita tunggu harinya saja. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan sebelum Idul Fitri ini lah,’’ imbuhnya.

BACA JUGA: Amien Rais Terseret Kasus Alkes, Warga Muhammadiyah: Jangan Bangunkan Macan Tidur

Mu’ti mengatakan, saat ini situasi politik nasional memang sedikit mereda. Namun, hal itu lebih disebabkan oleh datangnya momen Ramadan.

Sementara itu, kondisi pasca-Lebaran sulit diprediksi. Bahkan, ada potensi kembali memanas.

Karena itu, dia telah mengimbau jajarannya hingga tingkat ranting untuk memperbanyak komunikasi politik dengan NU. Tujuannya, umat Islam menjadi lebih harmonis.

’’Ini bisa dilakukan di level wilayah, kemudian daerah, seterusnya ke cabang. Ya, insya Allah lah dua ormas ini akan mempunyai peran yang besar,’’ imbuhnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup kemarin, utusan NU diwakili Sekjen PB NU Helmy Faisal. Sayang, dia enggan berbicara lebih banyak.

Sama halnya dengan Mu’ti, Helmy berharap bisa memainkan peran penting dalam menyikapi situasi politik. ’’Lebih jelasnya nanti saja,’’ ujarnya, lantas pergi. (far/c19/fat)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berapa Kader Muhammadiyah Ikut Aksi Bela Ulama Besok?


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler