Pasokan Sapi Lokal Dibatasi, Andi Akmal: Hanya Mempermulus Impor Daging

Sabtu, 28 Mei 2022 – 23:39 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin dari Fraksi PKS. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Dr. Andi Akmal Pasluddin menilai pembatasan distribusi sapi lokal dari Jawa Timur ke arah Jakarta, Jawa Barat dan Banten merupakan tindakan yang menghambat peternak dalam melakukan tata niaga ternaknya.

Menurut Andi Akmal, Komisi IV DPR saat rapat dengan Menteri Pertanian, Dirut Bulog dan Dirut PT Berdikari bersepakat agar tidak ada pembatasan hewan ternak terutama sapi dari luar pulau Jawa ke Pulau Jawa.

BACA JUGA: Terjangkiti PMK, Satu Sapi Mati

“Ini juga termasuk pergerakan dari timur pulau Jawa ke arah barat karena memang kebutuhan terbesar daging sapi adalah sekitar Jakarta Banten dan Jawa Barat. Bahkan kami sudah menerima salinan  Surat Edaran Menteri Pertanian No. 02/SE/PK.300/M/5/2022 yang menurut pihak kementerian pertanian, surat ini untuk memberikan kemudahan distribusi sapi baik dari luar Jawa ke pulau Jawa maupun dari timur pulau Jawa ke barat pulau Jawa,” ujar Akmal.

Namun demikian, politikus PKS ini mendapati kabar yang sudah tersebar luas bahwa melalui Kepala Badan Pangan Nasional (BAPANAS), ada pembatasan pasokan sapi dari Jatim ke Jakarta, Banten dan Bandung Raya.

BACA JUGA: Ini Upaya Kementan Jamin Pasokan Daging Sapi Jelang Ramadan

Dia sangat menyayangkan kebijakan ini oleh karena pada saat ini, moment tahunan yang ditunggu sebelas bulan lamanya kesempatan para peternak untuk panen dari hasil usahanya.

Akmal mengingatkan alternatif membuat kebijakan membatasi sapi lokal dengan melakukan importasi daging dari Australia, India, dan Brasil merupakan tindakan yang salah besar.

BACA JUGA: Harga Sapi Siap Potong Meroket, Pedagang Sulit Dapat Pasokan

Dia mengatakan penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak ini kan jelas dari luar negeri.

Diketahui, pemerintah merencanakan importasi daging bila kebutuhan dalam negeri menjelang Iduladha kekurangan.

“Kenapa peternak lokal yang jadi korban kalau sudah begini?” kata Akmal mempertanyakan.

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini menjelaskan PMK yang merupakan virus ini tidak dapat diobati dan hanya dapat dikendalikan dengan vaksin.

Namun, dia mencontohkan bahwa ibarat corona, dua  tahun tidak cukup. Apalagi, tambahnya, virus penyebab PMK ini terus hinggap pada hewan ternak yang terkontaminasi hingga 3 tahun lamanya meskipun sudah dinyatakan sembuh.

Pria kelahiran Bone ini meminta komitmen pemerintah yang membidangi pangan baik kementan, bulog, berdikari maupun bapanas agar jaminan pasokan daging di wilayah Indonesia tercukupi hingga lebaran Idul Adha 2022.

Akmal meminta minta jangan sampai peternak dalam negeri ini tidak dapat menjual hewan ternaknya khususnya menjelang lebaran Iduladha.

“Upaya pengetatan pemeriksaan memang wajar, tetapi jangan sampai membuat para peternak menjadi kesulitan dalam tata iaga sehingga menimbulkan kerugian,” ujar Andi Akmal.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler