Pasrah, Tim Polo Air Asian Games Pasang Target Realistis

Rabu, 07 Maret 2018 – 08:12 WIB
Asian Games 2018. Foto: from Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Pelatih Polo Air Indonesia Milos Sakovic mengeluh tidak adanya kompetisi dalam negeri membuat kualitas atlet kurang terasah. Menghadapi Asian Games 2018 Agustus mendatang, pelatih asal Serbia tersebut memiliki target realistis.

Setidaknya mampu menyulitkan dan memberikan perlawanan bagi Tiongkok, Iran, dan Uzbekistan yang merupakan lawan kuat.

BACA JUGA: Eko Minta Pemerintah Bernyali Perjuangkan Kelas 62 kg

Didampingi Manajer Tim Polo Air Dean Baldwin dan Kabidbinpres PB PRSI Wisnu Wardhana, Milos bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam kunjungannya ke Stadion Akuatik Gelora Bung Karno Senayan, Selasa (6/3) kemarin.

Wisnu memaparkan, 15 atlet polo air akan melakoni try out ke Serbia pada bulan Mei nanti. Rencananya, mereka akan melakukan tour latih tanding melawan klub-klub polo air di negara Eropa Tengah itu.

BACA JUGA: Menpora: Ini Asian Games, Bukan ASEAN

”Kami dua sampai tiga minggu di sana. Salah satunya VK Partizan yang menjadi juara liga polo air Serbia 2017,” ucap Dean.

Komposisi pemain masih mengandalkan skuad SEA Games 2017. Mengingat, tim merah putih sukses menyabet medali perak di ajang multievent se-Asia Tenggara itu.

BACA JUGA: Asian Games: Tim Estafet Putri Buru Waktu di Bawah 45 Detik

Namun, menurut Milos, timnya masih banyak kekurangan. Utamanya soal kecepatan. ”Saya fokus untuk meningkatkan reaksi anak-anak. Implementasi taktik juga masih kurang,” ungkapnya saat ditemui usai latihan.

Milos menyatakan, tugas cukup berat untuk meraih medali di Asian Games nanti. Tapi, dia tidak menyerah begitu saja. ”Kami tetap akan berusaha sebaik mungkin dengan kondisi yang cukup sulit saat ini,” imbuhnya.

Kemudian, Wisnu mengajak Imam untuk menilik latihan tim renang indah. Para atlet menyampaikan kepada menteri kader Partai Kebangkitan Bangsa itu bahwa uang saku belum turun.

Padahal, dana untuk pelatnas sudah diserahkan kepada PB PRSI sebagai pengelola. ”Saya perintahkan untuk segera transfer ke rekening atlet untuk uang saku. Itu hak mereka,” ujar Imam.

Dengan begitu, atlet bisa fokus untuk latihan sehingga bisa menampilkan kemampuan terbaik mereka tanpa memikirkan uang saku. Apalagi, lanjut, Imam, April nanti mereka akan mengikuti Jepang Open.

Dia berharap turnamen tersebut bisa menjadi tolak ukur sekaligus batu loncatan dan evaluasi menyongsong ajang pesta olahraga terbesar se-Asia nanti. (han)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sumsel Tak Terganggu Kabut Asap


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler