Pastikan Produk Kayu di Pameran IFFINA Bukan Hasil Pembalakan

Sabtu, 14 Maret 2015 – 22:27 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Sebanyak 16 pelaku industri kecil menengah (IKM) dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta dan Bali terpilih untuk menampilkan produk kayu tersertifikasi dalam pameran International Furniture & Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2015. Acara yang berlangsung di Parkir Timur Senayan pada 14-17 Maret 2015 itu merupakan bagian dari upaya Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Kemenhut-LH) menggenjot program Multistakeholder Forestry Programme 3 (MFP3).

Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Kemenhut-LH, Bambang Hendroyono menyatakan, seluruh IKM yang terpilih telah memperoleh sertifikasi sistem verifikasi legalitas kayu) (SVLK). “Ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk mengatur para pelaku industri kehutanan agar menerapkan konsep pengelolaan hutan berkelanjutan," kata Bambang Hendroyono dalam siaran persnya, Sabtu (14/3).

BACA JUGA: Sarankan Pemerintah Libatkan Pelaku Usaha untuk Angkat Rupiah

Ia menambahkan SVLK adalah pendekatan lunak pemerintah untuk menanggulangi illegal logging, sekaligus memperbaiki tata kelola kehutanan di Indonesia. Sertifikasi SVLK bersifat wajib dan sebagai komitmen nasional untuk menjadi sistem yang kredibel.

"SVLK ini sekaligus menjawab trend perdagangan kayu internasional yang mewajibkan exportir kayu dan produk kayu memiliki bukti legalitas kayu, seperti  di negara-negara importir seperti di Amerika Serikat, Uni Eropa," lanjutnya.

BACA JUGA: Jokowi Resmikan Gedung Pencakar Langit Milik Sahid

Artinya, lanjut Bambang, dengan bersertifikasi SVLK maka para eksportir kayu dan produk kayu dapat memperluas akses pasar dengan membuktikan bahwa komoditas ekspor mereka berasal dari kayu yang legal. Karenanya, Kemenhut-LH terus mendorong para pelaku IKM berkreasi dan meluaskan usaha dengan tetap menggunakan bahan-bahan ilegal.

"Untuk itu KemenLH mendukung para IKM untuk mengikuti pameran IFFINA demi mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas produsen mebel dan kerajinan nasional. Diharapkan, dengan ikut berpartisipasi dalam ajang internasional ini, para IKM bisa meningkatkan kualitas produk unggulan mereka dan menjadi market leader di pasar global," harapnya.(chi/jpnn)

BACA JUGA: Ini Agenda Pertama Kepala BPKP Baru

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rupiah Loyo, Wantimpres Sebut Hanya ada Dua Pilihan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler