Pastikan Stok Aman Jelang Lebaran, Kementan Pantau Langsung Panen Cabai di Temanggung

Senin, 10 Mei 2021 – 22:35 WIB
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto saat meninjau panen cabai di Temanggung, Jateng. Foto: Ditjen Hortikultura Kementan.

jpnn.com, TEMANGGUNG - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan kepada seluruh jajarannya untuk memastikan stok pangan mencukupi kebutuhan konsumen menjelang Lebaran Idulfitri 2021.

Terlebih dengan adanya kebijakan larangan mudik, pasokan pangan di Jabodetabek harus dipastikan aman dan harganya terkendali.  

BACA JUGA: Kunjungi RPH, Kementan Pastikan Ketersediaan Daging Sapi Aman untuk Lebaran

Kementerian Pertanian (Kementan) juga turun langsung ke lapangan memantau kondisi daerah sentra pemasok cabai Jabodetabek, di antaranya di Desa Campursari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

Di daerah itu terhampar kebun cabai seluas 120 hektare dan di Desa Kataan seluas 250 hektare yang mayoritas sedang panen. Bila ditotal, satu Kecamatan Ngadirejo memiliki tanaman cabai rawit seluas 450 hektare, cabai keriting 30 hektare, dan cabai besar 250 hektare.

BACA JUGA: Tengku Zulkarnain Meninggal, Ferdinand: Siang Tadi Saya Tulus Mendoakan Kesembuhan Beliau

Melihat kondisi tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto optimis pasokan cabai mencukupi kebutuhan Idulfitri yang jatuh di hari Kamis mendatang.

"Jika melihat kondisi di wilayah sentra seperti ini, Saya rasa tidak akan terjadi lonjakan harga cabai. Paling terjadi distorsi harga, itu pun karena suasana lebaran, supir angkutan, pedagang dan juga petani tentunya merayakan Idulfitri bersama keluarga, setelah itu harga tetap aman," ujar Prihasto dalam keterangannya, Senin (10/5).

BACA JUGA: Tentara Israel Usir Paksa Warga Palestina, Begini Reaksi Jokowi

Secara nasional, jika dilihat dari data prognosa produksi yang dihitung berdasarkan realisasi luas tambah tanam bulan November 2020 - Februari 2021, produksi cabai rawit bulan Mei sebesar 101.132 ton. Sedangkan kebutuhan hanya 76.726 ton.

Dengan demikian, kata Prihasto, masih terdapat surplus sebesar 24.407 ton. Begitu juga dengan cabai besar, prognosa produksi sebesar 97.456 ton sedangkan kebutuhan 79.711 ton sehingga surplus sebesar 17.754 ton.

Di sela-sela kunjungan lapangannya, Anton -panggilan Prihasto Setyanto- juga menyampaikan apresiasinya kepada petani Temanggung yang sudah menerapkan likat kuning dan perangkap lalat buah di pertanaman cabai.

"Lalat buah itu yang paling ditakuti tanaman hortikultura. Jadi, dengan adanya petrogenol ini tentunya sangat efektif untuk menangkal serangan hama. Saya sarankan kepada petani di daerah lain juga menggunakan ini", pungkas Anton.

Ketua kelompok Sidodadi Yasmadi  menyampaikan Kabupaten Temanggung siap untuk mengamankan pasokan cabai hingga Idulfitri nanti. Menurut dia, petani di wilayahnya akan tetap panen cabai hingga hari selasa untuk memenuhi pasokan di pasar setempat dan juga Jabodetabek.

"Selasa masih petik, dikirim ke Jakarta Selasa malam, hari Rabu pagi sampai Jakarta. Tenaga petik liburnya juga cuma dua hari. Jadi, lebaran hari kedua sudah petik lagi," ucap Yasmadi.

Sarmadi selaku ketua kelompok Muda Sejahtera yang rata-rata anggotanya masih muda, saat ini sedang panen cabai rawit seluas 25 hektare dan siap memasok kebutuhan Jabodetabek.

Dia juga menyampaikan bahwa petani sebenarnya tidak menginginkan harga sangat tinggi. "Harga di kisaran 20 ribu hingga 30 ribu di tingkat petani sudah sangat menguntungkan," kata Sarmadi.

Kelompok Tani Muda Sejahtera berharap dapat menanam cabai sepanjang musim. Selama ini pertanaman cabai hanya dilakukan pada musim hujan saja. Jika kemarau perlu adanya fasilitasi pompa air agar tetap bisa tanam.

Namun disisi lain, kelompok tani ini yang diprakarsai oleh para milenial di Desa Kataan Kecamatan Ngadirejo telah menerapkan pengendalian OPT ramah lingkungan pada pertanaman cabai rawitnya. Pengaplikasian petrogenol dan PGPR diakui Sarmadi lebih hemat biaya karena mampu menekan penggunaan pestisida.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah pusat. Tahun 2020 daerahnya mendapatkan alokasi pengembangan kawasan cabai dan bantuan benih dari Ditjen Hortikultura seluas 82 hektare yang telah tertanam pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021.

"Tahun ini juga mendapatkan alokasi seluas 30 hektare. Bantuan tersebut sangat membantu petani, terlebih di masa pandemi covid tahun kemarin, sangat menolong permodalan petani untuk tetap bisa tanam cabai," pungkas Joko (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler