Pasukan Brimob dari 11 Daerah Dikirim ke Jakarta, Pengin Tahu Jumlahnya?

Rabu, 24 April 2019 – 16:49 WIB
Personel Brimob dari sejumlah daerah masuk Jakarta. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Polri telah mengirim ribuan personel Brimob dari 11 daerah ke Jakarta untuk mengamankan penetapan hasil penghitungan suara pemilu 2019.

Informasi yang diterima Jawa Pos, pergeseran pasukan Brimob ke Jakarta berasal dari 11 daerah, yakni Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Pangkal Pinang, Bengkulu, Banda Aceh, Nusa Tenggara Barat, Bali, Gorontalo, dan Aceh. Total jumlah Brimob yang masuk ibukota itu mencapai 3 ribu personel.

BACA JUGA: Misteri Lokasi Tabulasi Tim Prabowo, Ini Penjelasan Fadli Zon

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, sesuai laporan Dankorbrimob memang ada pergeseran pasukan masuk ke Jakarta. Namun, soal jumlah tidak disebutkan dengan pasti. ”Tidak spesifik total jumlah personel ya,” paparnya.

Ribuan personel Brimob itu dikirim ke ibukota dalam rangka mengamankan tahapan pemilu 2019. Seiring dengan tahapan pemilu yang muaranya ada di Jakarta. ”Dalam waktu dekat akan ada penetapan hasil pemilu,” jelasnya.

BACA JUGA: Polri Berduka, 15 Polisi Terbaik Gugur Saat Amankan Pemilu 2019

BACA JUGA: Real Count KPU Pilpres 2019, Fadli Zon: Mau 90 Lawan 10 Juga Bisa

Penetapan hasil pemilu 2019 ini merupakan tahapan paling penting. Karena itu sebagai antisipasi pengamanan diperkuat. ”Kami antisipasi berbagai hal,” terangnya ditemui di kantor Divhumas Polri, Selasa (23/4).

BACA JUGA: Mabes Polri Benarkan Bakal Ada Ratusan Brimob dari Daerah Masuk Jakarta

Pergeseran pasukan ini bukan berarti di Jakarta kekurangan, namun semua itu berdasarkan pertimbangan dan analisa intelijen yang komprehensif. ”Sehingga dibutuhkan pergeseran itu,” papar mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut.

Sementara Direktur Eksekutif Partnership for Advancing Democracy and Integrity (PADI) M. Zuhdan mengatakan, bisa jadi pergeseran itu antisipasi kemungkinan terjadinya people power. ”Namun, Polri tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Sebab, sebenarnya people power itu tidak akan terjadi bila lembaga negara memiliki integritas, netralitas, independensi dan profesionalisme. ”Kalau semua itu tetap terjaga sebesar apapun gerakan masyarakat, entah turun ke jalan dan sebagainya, tetap aman,” jelasnya.

BACA JUGA: Update Real Count KPU Pilpres 2019: Lihat Angka di Provinsi – provinsi Gemuk

Namun, Polri juga jangan secara instan langsung menyebut kemungkinan people power ini sebagai hoaks. Polri bukan merupakan pengendali suara rakyat, namun hanya sebagai pengawas suara rakyat. ”Agar tidak terjadi chaos,” paparnya. (idr)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selain Real Count KPU, Jokowi – Ma’ruf Juga Unggul di Kawal Pemilu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler