Pasukan Irak Tangkap Komandan Milisi Sokongan Iran, Amerika Pasti Tersenyum

Jumat, 26 Juni 2020 – 14:12 WIB
Anggota pasukan khusus Irak di Mosul, Rabu (1/3/2017). Foto: ANTARA/REUTERS/Goran Tomasevic/TM

jpnn.com, BAGHDAD - Aparat keamanan Irak menggerebek salah satu markas milisi Kataib Hezbollah di Baghdad, Kamis (25/6). Tiga pemimpin kelompok itu dan sejumlah roket disita dalam operasi tersebut.

Langkah otoritas Irak ini mengagetkan, mengingat Kataib Hezbollah adalah salah satu kelompok paramiliter terkuat di negara itu dan disokong penuh oleh Iran.

BACA JUGA: George Floyd Dibunuh Polisi, Iran Habis-habisan Sindir Amerika

Beberapa tahun terakhir pengaruh Iran terhadap pemerintah Irak terus menguat. Milisi-milisi proksi Tehran juga membangun dominasi militer, politik dan ekonomi di Irak.

Namun, situasi mulai berubah setelah milisi-milisi itu mulai menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Irak.

BACA JUGA: Kena Sanksi Lagi, Republik Islam Iran Malah Ejek Amerika

Perdana menteri baru Irak, Mustafa al-Kadhimi, telah mengindikasikan bahwa dia akan bersikap keras terhadap kelompok-kelompok milisi yang menargetkan instalasi AS.

Serangan kemarin, adalah tanda pertama bahwa pernyataan keras Kadhimi tersebut bukan ancaman kosong belaka.

BACA JUGA: Punya 110 Kapal Perang Baru, Garda Revolusi Iran Langsung Tantang AL Amerika

Serbuan berlangsung setelah sejumlah serangan roket terjadi dekat kedutaan AS di Baghdad dan tempat-tempat keberadaan militer AS lainnya di negara itu dalam beberapa pekan terakhir.

Belum ada komentar dari kelompok-kelompok milisi Irak atau dari Iran. Baik Teheran maupun Washington mendukung Kadhimi menjadi perdana menteri pada Mei.

Salah satu pejabat pemerintah mengatakan kepada Reuters bahwa salah satu dari tiga komandan yang ditahan dalam serangan itu adalah seorang warga Iran. Pasukan khusus Irak dari Counter Terrorism Service melakukan serangan itu.

Pejabat itu mengatakan tiga komandan yang ditangkap diserahkan kepada militer AS. Namun, juru bicara koalisi pimpinan-AS di Irak membantah keterangan tersebut dan mengatakan militer dan koalisi AS tidak terlibat dalam serangan itu.

Pejabat Irak itu mengatakan sedikitnya 20 pejuang lainnya ditahan selama penggerebekan tersebut.

Ketegangan antara Washington dan Teheran, terutama di Irak, telah meningkat selama setidaknya satu tahun.

Perselisihan dua musuh bebuyutan itu hampir menjalar menjadi konflik regional pada Januari setelah Kepala Pasukan Elit Quds Iran Mayor Jenderal Qassem Soleimani tewas dalam serangan udara oleh Amerika Serikat terhadap konvoi kedua petinggi militer itu di bandara Baghdad.

Selain Soleimani, komandan milisi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, juga terbunuh dalam serangan AS itu. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler