PDIP Anggap Survei Kompas Tantangan sekaligus Peluang

Kamis, 21 Maret 2019 – 17:48 WIB
Andreas Hugo Pareira. Foto: Humas DPR

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pareira mengatakan hasil survei Litbang Kompas merupakan sebuah peluang sekaligus sebagai tantangan bagi partai mereka.

Dalam survei 22 Februari hingga 5 Maret 2019, Litbang Kompas menyatakan elektabilitas Jokowi - Ma'ruf 49,2 persen dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 37,4 persen.

BACA JUGA: Ini Alasan Kalangan Menengah ke Atas Pilih Prabowo ketimbang Jokowi

Selain Pilpres, survei juga menyatakan bahwa PDI Perjuangan berada di posisi teratas dengan perolehan 26,9 persen, Partai Gerindra 17 persen, Partai Golkar 9,4 persen, PKB 6,98 persen dan Partai Demokrat 4,6 persen.

"Tentu survei ini menimbulkan diskursus dan polemik, tetapi apa pun hasilnya ini perlu dilihat sebagai peluang sekaligus tantangan bagi kandidat capres dan parpol peserta pemilu menuju 17 April 2019," kata Andreas dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (21/3).

BACA JUGA: Jokowi Ingin di Atas 50 Persen? Angkat Honorer K2 jadi PNS sebelum Pilpres

Bagi PDI Perjuangan, kata Andreas, hasil survei Kompas ini menggembirakan sekaligus tantangan untuk mempertahankan dan meningkatkan performa kerja kader baik pilpres maupun pileg.

Andreas mengatakan tidak bisa dipungkiri bahwa coattail effect berperan penting meningkatkan elektabilitas partai, karena ini merupakan konsekuensi logis dari hubungan emosional antara partai dan kadernya. Hanya saja, lanjut Andreas, yang tidak kalah pentingnya hasil ini juga merupakan buah dari konsolidasi partai dan Kader PDI Perjuangan yang secara terus menerus melalukan konsolidasi internal maupun bersama rakyat.

BACA JUGA: Hasil Survei: PSI Partai Baru Paling Ditolak Masyarakat

Performa PDI Perjuangan yang menampilkan diri sebagai partai ideologis yang nasionalis-pluralis yang secara konsisten menjadi pemersatu bangsa dengan basis Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika memberikan kenyamanan dan kepercayaan bagi bagian terbesar rakyat.

"Partai ini adalah Indonesia yang bhineka, Indonesia yang Pancasila. Ini adalah faktor pembeda, bukan hanya dalam retorika tetapi juga dalam kerja nyata yang dirasakan oleh rakyat," kata anggota Komisi I DPR, itu. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Begini Cara Maruf Amin Menyikapi Hasil Survei Litbang Kompas


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler