PDIP Jatim Tetap Pilih Risma-Whisnu

Jumat, 06 Maret 2015 – 03:55 WIB

SURABAYA - Peta pemilihan wali kota perlahan-lahan mulai tergambar dengan jelas. PDIP kini tidak lagi malu-malu mengakui dukungannya pada Wali Kota Incumbent Tri Rismaharini. Bahkan, PDIP hampir pasti bakal mengusung kembali pasangan Risma dan Whisnu Sakti Buana sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya. 

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Suhandoyo. Politikus yang juga calon kuat ketua DPD PDIP Jatim itu mengatakan, pihaknya mulai melakukan survei dan penjaringan bakal calon bupati maupun wali kota di 38 kabupaten/kota. Bahkan, PDIP membuka pendaftaran bakal cawali-cawawali maupun cabup-cawabup dalam waktu dekat. Namun, khusus di Surabaya, PDIP memiliki harapan untuk mempertahankan pasangan incumbent Risma-Whisnu. Menurut dia, pasangan tersebut sangat ideal dalam memimpin Surabaya. ''Insya Allah, PDIP masih mengusung Risma-Whisnu untuk Surabaya," ungkapnya. 

Statemen Suhandoyo itu seperti mementahkan pernyataan para pengurus DPC PDIP Surabaya yang seakan-akan tidak mau mendukung Risma. Suhandoyo membantah saat disebut hubungan PDIP dengan Risma kurang baik. Menurut dia, selama ini PDIP terus berkomunikasi dengan perempuan yang baru saja mendapat gelar honoris causa dari ITS itu. ''Kata siapa hubungan kami dengan Risma buruk. Selama ini baik-baik saja," tuturnya.

Rencana mengusung pasangan incumbent tersebut juga telah dipersiapkan PDIP. Salah satunya dengan menjadikan kembali Whisnu sebagai ketua DPC PDIP Surabaya. Meski, konferensi cabang (konfercab) baru dilaksanakan pada 9-10 Maret 2015.

Suhandoyo menyatakan, Whisnu memiliki banyak prestasi dan pengalaman memimpin Surabaya. Bahkan, Whisnu juga berhasil meningkatkan jumlah kursi DPRD Surabaya dari empat menjadi 15. Selain itu, selama menjadi pasangan Risma, Whisnu mampu membangun pemerintahan menjadi lebih baik. ''Sampai saat ini, Whisnu masih dipertahankan," ujarnya.

Selain itu, PDIP yang memiliki jumlah kursi tertinggi di Surabaya berusaha menarik partai lain untuk berkoalisi. Dukungan dari banyak partai akan menjadi poin plus bagi PDIP. ''Ya, siapa tahu, partai lain juga mendukung Whisnu dan Risma menjadi calon pasangan tunggal. Menurut saya, itu sangat bagus," ungkapnya.

Suhandoyo menambahkan, hingga saat ini PDIP belum menentukan akan berkoalisi dengan partai mana saja. Yang jelas, lanjut dia, PDIP membuka pintu bagi seluruh partai. ''Sampai saat ini, masih sekadar komunikasi. Belum ada partai yang resmi mengajak berkoalisi dengan PDIP," terangnya.

Bagaimana komentar Risma? Seperti biasa, dia masih enggan buka-bukaan soal pencalonan dirinya kembali menjadi wali kota. Namun, Risma tidak menutup kemungkinan akan berkomunikasi dengan partai. Hanya menunggu waktu yang tepat. "Nanti ketemu. Saya akan ketemu," kata Risma seusai menerima gelar doktor honoris causa kemarin. Dia menyebutkan tidak ingin berpolemik dulu soal pilwali. Sebab, dia khawatir persoalan itu akan membuat kondisi kota tidak kondusif. Apalagi, siswa bakal menjalani ujian nasional. "Nanti ganggu anak-anak," tandasnya. (ayu/jun/c7/oni)

BACA JUGA: Batu Akik Naga Ditawar Rp 3 M tak Dilepas, Mintanya Rp 20 M

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Ini Dikejar-kejar Jambret saat Cari Tersangka Narkoba


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler