PDIP Tak Mau Hanya Gagah di Survei

Mantabkan Konsolidasi, Cari Momentum Umumkan Capres

Rabu, 20 Juni 2012 – 19:19 WIB

JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berdasarkan survei terakhir Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menempati peringkat kedua setelah Golkar, sekaligus menggeser posisi Partai Demokrat yang pada Pemilu 2009 lalu menjadi jawara. Selain itu survei LSI juga menempatkan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden (capres) dengan tingkat keterpilihan (elektabilitas) tertinggi.

Menurut Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo, hasil survei memang salah satu pertimbangan bagi partainya dalam mengambil keputusan. Bahkan, kata Tjahjo, PDIP juga biasa melakukan survei internal yang hasilnya hanya untuk kalangan sendiri.

Namun demikian Tjahjo menegaskan bahwa hasil survei tak akan membuat PDIP berpuas diri. Menurutnya, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tetap memilih mendongkrak kinerja partai untuk meraih sebanyak mungkin dukungan pemilih. "Tahun 2012 ini kami fokus pada pemantapan struktural, kaderisasi, serta rekrutmen kader untuk caleg 2014," kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (20/6).

Ditambahkannya, PDIP juga tak asal-asalan merekrut kader maupun mengusung caleg pada Pemilu 2014 nanti. Sebab, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. "Ada proses berkesinambungan, wajib test urine dan psikotes, baru nanti ada keputusan dari partai," imbuhnya.

Anggota Komisi I DPR itu menambahkan, sekalipun Megawati ditempatkan sebagai capres dengan elektabilitas tertinggi namun PDIP tak akan tergesa-gesa menentukan capres maupun cawapres. Sebab, kata mantan Ketua Fraksi PDIP DPR itu, ada dinamika yang terus berkembang di masyarakat.

"PDIP tidak tergesa-gesa (soal capres). Ada mekanisme yang sudah kami sepakati jadi tunggu saja momentumnya. Kalau soal capres dan cawapres, hasil survei itu hanya salah satu pertimbangan saja. Yang utama adalah soliditas partai," ucapnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kunker ke Enam Negara Habis Rp 3,6 M


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler