Peduli Gizi Anak-Anak

Kamis, 15 Januari 2009 – 09:23 WIB
PEDULI- Luna Maya menjadi duta WFP ditemui di Pelangi Semanggi,Jakarta,Rabu (14/1). Foto : fedrik Tarigan/Nonstop/JPNN

JAKARTA – Urusan lenggak-lenggok di catwalk dan berakting di depan kamera sudah menjadi makanan sehari-hari Luna MayaTapi, bagaimana jika Luna diminta baca puisi? Soal yang satu itu, lain ceritanya

BACA JUGA: Rossa akui Masih Cintai Yoyo

Bintang sabun Lux tersebut grogi dan kebingungan saat didaulat untuk membacakan puisi
Even itu merupakan rangkaian acara sosial garapan Dompet Dhuafa dan World Food Programme (WFP) di Time Break Cafe, Plaza Semanggi, Jakarta, kemarin (14/1)

BACA JUGA: Agung Laporkan Jane ke Polisi

Berikut petikan wawancara dengan dara kelahiran Bali, 26 Agustus 1983, itu setelah acara.
 
Berat ya?
Aduh, kelihatan ya? Aku grogi banget sampai-sampai kebelet pipis
Malu juga, apalagi pas disebutkan prestasi-prestasi SDN 01 Menteng, Jakarta, yang ada di sini

BACA JUGA: Sudah Rencanakan Pensiun, Ingin Keliling Dunia


 
Sering baca puisi?
Sudah lama tidak pernah membaca puisiTerakhir, aku membaca puisi waktu sekolah dasarSudah lama banget kanMaklum aja jadinya, tapi aku senang kokApalagi, puisi yang aku bacakan ini bertema kepedulian terhadap anak-anak yang kekurangan giziDan, ini karya salah seorang anak yang pernah mengalami kekurangan giziJadi, bebannya berlipat-lipat.
 
Tujuan acara ini apa?
Tujuannya memerangi kekurangan pangan dan kelaparan di seluruh duniaKebetulan, aku duta WFP perwakilan IndonesiaUntuk hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan sosial, aku benar-benar tulus dan nggak pernah nargetin honorBisa membantu orang kan suatu kebaikan.
 
Ini bagian tugas jadi duta?
Memang, sebagai duta WFP, aku dituntut untuk memiliki perhatian lebih soal penyediaan gizi bagi anak-anak IndonesiaSerta mendorong semua pihak bergerak memperbaiki gizi anak-anak Indonesia agar memiliki masa depan yang lebih cerah
 
Sepertinya beban berat, tetapi enjoy?
IyaIni semua demi bangsa dan anak-anakSemua orang harus menjaga anakPasalnya, masa depan suatu bangsa ada di tangan anak-anakKalau kurang gizi, generasi selanjutnya pasti berantakanAnak-anak seperti kertas putih yang harus diisiYang bisa membuat seorang anak itu berhasil tidak lain adalah orang tuanyaJadi, peran orang tua sangat penting(iwy/jpnn/tia)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Impikan Ketenangan, Pasrah pada Allah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler