Peduli Wong Cilik, Emil Didoakan Menang Telak

Jumat, 25 Mei 2018 – 09:17 WIB
Sahur on the road yang diikuti calon wakil gubernur nomor urut satu di Pilgub Jatim 2018, Emil Dardak berlanjut ke Pasar Tembok Dukuh, Foto for JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Sahur on the road yang diikuti calon wakil gubernur nomor urut satu di Pilgub Jatim 2018, Emil Dardak berlanjut. Lokasi yang dituju kali ini adalah Pasar Tembok, Dukuh, Kota Surabaya pada Jumat (25/05).

Sama dengan kunjungan pasar sebelumnya, kehadiran pria yang pernah belajar di University of Oxford ini mendapat penyambutan yang luar biasa.

BACA JUGA: Program Khofifah di Kepulauan Jatim Atasi Ketimpangan

Bahkan salah satu pedagang menyebut Emil Dardak sebagai sosok milenial harapan masyarakat.

Seperti yang disampaikan, Supriyadi salah satu pedagang Pasar Tembok Dukuh Surabaya.

BACA JUGA: Khofifah: Semoga Cepat Sembuh Gus Sholah

"Mas Emil sosok milenial yang menjadi harapan masyarakat. Saya salut ada sosok muda, pintar dan berpendidikan yang mau dan gigih ingin berjuang untuk Jawa Timur," ungkap Supriyadi dengan mimik serius, Jumat (25/5).

Tak sampai di situ, Emil yang berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa dianggap punya komitmen besar mengangkat perekonomian wong cilik. Bahkan kabar Bupati Trenggalek nonaktif ini akan menyulap Pasar Pon di Trenggalek menjadi pasar berarsitektur Eropa juga di didengar pedagang di sini. 

BACA JUGA: Tambah Usia, Ini Doa Khofifah Indar Parawansa

Baru-baru saja Emil Dardak sebelum masa cuti kampanye memang telah menetapkan anggaran guna pembangunan Pasar Pon Trenggalek. Bahkan Emil Dardak disebut sebagai Bupati pertama semenjak tahun 1960 yang berani menganggarkan dana besar untuk Pasar Pon.

"Beliau peduli dengan rakyat cilik. Saya yakin Mas Emil dan Ibu Kofifah memenangi Pilkada Jatim dengan angka kemenangan 65 persen,” kata Supriyadi yang diamini pedagang lain.

Pria ini menitipkan pesan kepada suami Arumi Bachsin tersebut untuk bisa melindungi masyarakat kecil bila terpilih nantinya, seperti halnya pedagang pasar di Tembok Dukuh yang sering dilakukan penertiban petugas. 

Katiyem pedagang bumbu dapur juga menyampaikan harapan beaarnya kepada Emil. 

"Kami berharap banyak pada bapak Emil, kami ini orang kecil jangan sering ditertibkan. Disinilah  penghidupan kami berada," harap Katiyem.

Emil menyebut kehadirannya adalah menghadiri permintaan masyarakat untuk sahur bersamanya. Apalagi sahur bersama dan jalan-jalan setelah subuh adalah tradisi ketika bulan ramadhan.

"Jalan-jalan pagi ke pasar gini kita dapat melihat geliat ekonomi masyarakat, kita tahu apa kendala dan hal yang dibutuhkan masyarakat," tutur pria yang kerap ditunjuk sebagai konsultan Bappenas RI tersebut.

Sejumlah  keluhan pedagang yang ditemuinya kata Emil menjadi cacatan penting untuk  dicarikan solusi kedepannya. Kegiatan ini juga lanjut Emil akan menjadi model yang ideal dalam menyerap aspirasi riil di masyarakat sekaligus sebagai bukti kehadiran negara.

"Kita perlu lihat secara matang agar kita bisa mengakomodir ekonomi masyarakat kecil, akan tetapi niat baik Pemerintah untuk menyediakan tempat yang layak untuk berjualan perlu juga mendapatkan apresiasi," pungkas Emil. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seru, Emil Dardak Sahur Bareng Pedagang Pasar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler