Pekerja Formal Berkurang, Ini Penyebabnya

Kamis, 12 Mei 2016 – 03:41 WIB
BPS. Foto: Jawa Pos.Com

jpnn.com - SURABAYA – Kondisi ekonomi dan politik diduga menjadi penyebab menurunnya jumlah pekerja sektor formal di Jawa Timur. Dalam setahun terakhir, jumlah pekerja formal turun 3,59 persen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur Sukardo menyatakan, pemerintah telah berupaya melakukan stabilisasi politik yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

BACA JUGA: Percayalah, Bisnis Hotel Budjet Akan Terus Tumbuh

’’Misalnya, jika terjadi banyak demo di sini, investor yang masuk juga berpikir dua kali,” kata Sukardo pada Jawa Pos (induk JPNN), Selasa (10/5).

’’Selain itu, memang tidak dipungkiri bahwa pada awal tahun kemarin di Jombang terdapat PHK sebesar enam ribu orang karena ada enam perusahaan yang memilih untuk relokasi ke Vietnam,” ungkapnya.

BACA JUGA: 12 Investor Australia Bidik Bisnis di Indonesia

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim sektor pertanian menurun 2,84 persen. Pertambangan dan penggalian juga menurun 5,52 persen. Kemudian, sektor konstruksi mengalami kontraksi 6,82 persen.

Sektor keuangan, real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan anjlok 38,66 persen.  Beberapa sektor masih mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja. Misalnya, industri pengolahan mengalami pertumbuhan 6,02 persen.

BACA JUGA: Daya Beli Lesu, Ini Strategi APM Daihatsu

Kemudian, sektor listrik, gas, dan air minum mengalami kenaikan 7,62 persen serta sektor perdagangan dan transportasi mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja masing-masing 7,61 persen dan 26,49 persen. (vir/jos/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cieee... Gandeng Go-Jek, Saham Blue Bird Naik 8 persen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler