Pelajar Demo Tuntut Kepsek Lengser

Sabtu, 04 Oktober 2014 – 02:58 WIB

jpnn.com - TANGSEL - Pelajar SMA Negeri 8 Kota Tangsel, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, berunjuk rasa. Mereka menuntut agar dilakukan pergantian kepala sekolah. Para pelajar menilai, kepala sekolah kerap berlaku kasar terhadap para murid. 

Salah satu pelajar kelas XIII IPA 4 SMAN 8 Tangsel, M Ridwan mengaku ada beberapa alasan para pelajar melakukan aksi demo. Salah satunya karena para orang tua pelajar klaim kerap dimintai sumbangan untuk pembangunan sekolah.

BACA JUGA: Surabaya Siap-Siap Unas Online

Tidak itu saja, kepala sekolah juga kerap mengeluarkan kata-kata kasar kepada para anak didik. “Kepala sekolah kerap melontarkan kata-kata kasar. Kami minta diganti saja,” katanya. 

Ridwan mengklaim aksi demo tersebut merupakan spontanitas dari para pelajar. Apalagi, para pelajar juga merasakan hal serupa terkait dengan sikap dari kepala sekolah. Puncaknya, ratusan pelajar yang ada di sekolah tersebut melakukan aksi demo. Mereka membentangkan spanduk putih dengan tulisan ganti kepala sekolah. “Kami minta agar Kepala Dinas Pendidikan mengganti kepala sekolah. Itu saja,” ujar Fathara, pelajar lain di sekolah tersebut.

BACA JUGA: Perlombaan Kegiatan Islami Bisa Bentuk Mental Anak

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kota Tangerang Selatan Mathodah yang datang ke SMA Negeri 8 mengatakan pihaknya akan memanggil kepala Sekolah SMA N 8. Langkah itu guna mengklarifikasi aduan dari para pelajar. Termasuk juga guru. Apalagi menurut Mathoda setelah ada pertemuan pelajar dan guru usai aksi demo, dirinya mendapat laporan yang diamini para guru di sekolah tersebut adanya perlakuan kasar dari kepala sekolah terhadap murid-murid. “Menurut murid dan guru ada perlakuan kasar yang dilakukan oleh kepala sekolah. Pada posisi ini akan diklarifikasi dulu dengan kepala sekolah,” ujar Mathoda.

Mengenai murid yang pernah mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh kepala sekolah, Mathoda belum dapat memberikan penjelasan. Menurutnya, kasus itu masih harus didalami sehingga tidak ada fitnah atau sejenisnya. “Tapi kalau memang benar, maka akan ada sanksi tegas terhadap kepala sekolah. Ini yang akan didalami,” ujarnya. Guru Bimbingan Konseling SMAN 8 Marsiyem, menjelaskan, para guru di sekolah hanya berharap agar siapapun kepala sekolah yang ditunjuk memimpin sekolah tersebut dapat membawa suasana yang positif untuk kemajuan anak didik. “Intinya, siapapun kepala sekolah, kepemimpinan bisa lebih baik lagi. Itu saja,” katanya. (fin)

BACA JUGA: Kelas Akselerasi Diganti Pendalaman Minat

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemilihan MWA USU Langgar PP


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler