Pelajar Digilir Tujuh Pemuda

Tidak Dibolehkan Masuk Sekolah

Rabu, 23 Januari 2013 – 09:25 WIB
JATINEGARA - Korban pemerkosaan sebut saja Bunga (14) siswi kelas 8 MTs Maarif NU Jatinegara, tidak boleh masuk sekolah oleh pihak sekolah. Alasannya, untuk meredam suasana yang akhir-akhir ini berita pemerkosaan itu, kian merebak di wilayah setempat.

Kepala MTs Maarif NU Jatinegara Maksus saat dikonfirmasi hal tersebut mengakui bahwa sekolah tidak memperbolehkan korban untuk masuk sekolah. "Kami tidak ingin korban merasa terusik karena banyak pihak yang ingin tahu masalahnya. Sehingga temannya akan mengetahui. Kasihan korban," kata Maksus didampingi wali kelas korban Sri Wahyuningsih, Selasa (22/1).

Meski demikian, pihaknya mengaku selalu memberikan pendampingan kepada korban agar tetap tegar. "Kami selalu memberikan semangat kepada dia (korban)," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal Dimyati yang kebetulan berada di lokasi menyayangkan sikap sekolah yang tidak memperbolehkan korban untuk berangkat sekolah. "Ibaratnya korban sudah jatuh tertimpa tangga. Padahal korban harus mengenyam pendidikan," katanya.

Dia berharap, pihak sekolah kembali menerima Bunga untuk melanjutkan belajarnya. Sekolah tidak semestinya melakukan begitu. "Kasihan korban, dia saat ini sangat terpukul sekali dengan keadaannya," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bunga yang merupakan siswi kelas 8 MTs Maarif NU Jatinegara Kabupaten Tegal diduga menjadi korban pemerkosaan tujuh orang pemuda. Beberapa di antaranya adalah teman korban. Para tersangka pelaku yang diingat korban yakni An, Ib, Ad, dan Iz. Pelaku lainnya tidak ia ingat lantaran saat kejadian dirinya dalam keadaan tak sadarkan diri.

Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Sugeng mengatakan, polisi telah menerima laporan kasus itu dari pihak keluarga beberapa waktu lalu atau Selasa (15/01). Adapun kejadiannya pada Minggu (13/01). Polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan. Polisi juga sedang melakukan pengejaran kepada salah satu teman korban yang memperkenalkannya kepada para pelaku yang diduga memerkosa putri tunggal dari pasangan Nastiroh (38) dan Sugeng (35) itu. (yer)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelajar Tikam Teman Sekelas

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler