Pelajar Kena Rabies Itu Meninggal setelah Gigit Ayahnya

Jumat, 17 Maret 2017 – 21:22 WIB
Ilustrasi. Foto: metrosiantar/jpg

jpnn.com, TAPUT - Seorang remaja di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dinyatakan meninggal dunia setelah terserang virus rabies.

Remaja bernama Ramses Sitompul, 13, menghembuskan napas terakhirnya tak lama setelah digigit anjing yang terkena virus rabies.

BACA JUGA: Harus Ada Aturan Agar Tujuh Naga di Sekitar Danau Toba Rukun

Sebelum meninggal dunia, korban yang masih pelajar ini sempat menggigit ayahnya, Viktor Sitompul, lalu mengejar ibunya, Ratna Hutagalung dan abangnya.

Bahkan sejumlah warga Pagaran Pisang, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara (Taput) terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis karena diduga turut tertular virus mematikan itu.

Kepala Desa Pagaran Pisang Robin Tua Sitompul saat dihubungi menceritakan bahwa kejadian memilukan ini terjadi pada Minggu (12/3) sekira pukul 11.00 WIB.

“Dalam keadaan demam tinggi, anaknya menggigit tangan kanan bapaknya. Usai menggigit bapaknya, Ramses juga sempat berlari mengejar ibunya dan kedua abangnya. Beruntung mereka bisa menyelamatkan diri,” kata Robin melalui telepon selularnya, Rabu (15/3).

Masih kata Robin, usai menggigit ayahnya, Ramses pun meregang nyawa pada Senin (13/3) subuh. Dikatakan, sesuai cerita warga, sebelumnya, sekitar Oktober 2016, Ramses yang duduk di bangku kelas 1 SMP di desa itu, pernah digigit anjing rabies.

“Waktu itu kaki sebelah kanan Ramses digigit anjing milik warga sekitar,” ungkapnya tanpa menyebut si pemilik anjing dan bagaimana keberadaan anjing tersebut seperti diberitakan Metro Siantar (Jawa Pos Group) hari ini.

Dan, pada Sabtu (12/3), Ramses terlihat berubah dari kebiasaannya. Warga melihat Ramses menyendiri duduk di atas batu di jalan desa seperti orang bingung.

Setelah itu, Ramses mulai demam tinggi pada malam harinya, bahkan menggigit bapanya dan akhirnya meregang nyawa dan dimakamkan esok harinya, pada Selasa (14/3).

Setelah kejadian ini, Tumbur Sitompul, tetangga korban, memberitahukan bahwa dirinya juga pernah digigit anjing di desa mereka.

“Selain Ramses, ternyata masih ada korban digigit anjing, yakni Tumbur Sitompul,” ujar Robin sembari menerangkan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, mereka kemudian dibawa ke RSU Tarutung untuk disuntik antirabies.

Selain Viktor Sitompul dan Tumbur Sitompul, ada 6 orang lain yang ikut dibawa berobat dengan alasan mereka masih tinggal serumah.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Taput Jandri Nababan mengatakan kasus ini merupakan bukti lemahnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan.

Dia menyayangkan bahwa masyarakat masih mempercayai hal-hal di luar medis terkait penanganan dan pengobatan.

“Ini juga merupakan koreksi bagi semua petugas di kecamatan, untuk melaksanakan cek dan recek terhadap semua kasus kesehatan. Kita sesalkan masih ada kasus seperti ini. Saat ini pasien sudah ditangani di RSU Tarutung dan kita gratiskan segala biaya pengobatan,” sebutnya.(as/nt/ms)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler