Pelaksanaan e-KTP Belum Jelas

Sabtu, 28 April 2012 – 09:40 WIB

BALIKPAPAN- Pelaksanaan program KTP elektronik atau e-KTP di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan hingga kini belum jelas. Tidak ada jadwal pasti, kapan e-KTP sudah bisa dilaksanakan. Sementara, warga Balikpapan sudah mulai bertanya-tanya soal keterlambatan ini.

Menyikapinya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemkot Balikpapan bersama perwakilan dari Biro Pemerintahan Provinsi Kaltim berencana menghadap ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tujuannya untuk berdiskusi sekaligus menanyakan kejelasan waktu kedatangan peralatan yang akan digunakan untuk menerapkan e-KTP.

“Mudah-mudahan tanggal 30 nanti (Senin, Red) kalau tidak ada halangan, kita dan dipimpin oleh Biro Pemerintahan Provinsi akan menghadap langsung ke Kementerian Dalam Negeri,” kata Kepala Disdukcapil Balikpapan, Chairil Anwar.

Pasalnya, pelaksanaan e-KTP yang beberapa kali diundur dan dijadwalkan kembali pada Mei mendatang, bisa jadi diundur kembali. Karena masih menunggu peralatan yang akan digunakan untuk merekam data warga Kota Minyak, seperti iris mata, sidik jari, foto dan lainnya yang mejadi bagian dari tahapan pelaksanaan e-KTP di Balikpapan.

“Sebenarnya, tahapannya setelah alat itu datang, dilanjutkan dengan bimtek (bimbingan teknis, Red) lalu ke operator. Tetapi karena waktunya juga sudah mepet, bisa saja langsung kita lakukan sambil melaksanakan bimtek kepada operatornya,” terangnya.

Pihaknya juga akan meminta bantuan dari Biro Pemerintahan Provinsi Kaltim untuk mengupayakan pinjaman peralatan dari kabupaten/kota terdekat yang lebih dulu melaksanakan e-KTP di tahun 2011 silam. Pasalnya, dari 14 kabupaten/kota di Kaltim, ada 7 di antaranya tengah melaksanakan program e-KTP yang diprediksi akan merampungkan tahapannya pada akhir April ini.

Cahiril menjelaskan, kebutuhan peralatan dari kabupaten/kota yang telah melaksanakan tersebut. Selain untuk mempercepat proses pelaksanaan rekam data, juga untuk mempermudah pelaksanaannya ynga dipusatkan  di kecamatan-kecamatan yang jumlah penduduknya banyak, seperti kecamatan Balikpapan Selatan.

Rencana awal , pusat hanya memberikan dua alat per kecamatan a. Tetapi tidak menutup kemungkinan itu bisa saja ditambah. Sebab, satu alat mestinya dioperasikan pendataan warga setiap kelipatan 30 ribu jiwa, tetapi di Kecamatan Balikpapan Selatan saat ini sudah melebihi, ada 165 ribu jiwa.

“Bayangkan saja. Jadi kita fokusnya nanti di Selatan ini bisa ditambah alatnya,” tandasnya. “Kita akan upayakan itu melalui Provinsi. Selain berharap tambahan langsung dari pusat, mudah-mudahan dari kota-kota terdekat yang sudah melaksanakannya bisa meminjamkan alatnya,” sambung mantan Inspektur Inspektorat ini. (ibr)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Imigran Myanmar Mulai Sakit-sakitan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler