Pelampiasan Dendam Sharapova di Semifinal

Kamis, 26 Januari 2012 – 04:38 WIB

MELBOURNE - Aroma balas dendam tercium ketat di semifinal tunggal grand slam Australia Terbuka 2012. Mantan ratu tenis dunia Maria Sharapova (Rusia) bakal kembali berhadapan dengan lawan yang mengalahkannya di final Wimbledon 2011, Petra Kvitova (Republik Ceko).
   
Kemarin, Sharapova dan Kvitova memastikan tiketnya ke empat besar. Kvitova lolos lebih dulu dengan mengalahkan petenis nonunggulan Sara Errani (Italia) 6-4, 6-4. Beberapa jam kemudian, Sharapova mulus melaju berkat kemenangan 6-2, 6-3 dari rekan senegaranya Ekaterina Makarova.

Di Wimbledon, Kvitova menang dengan straight set 6-3, 6-4. Kemenangan itu memberikan gelar grand slam perdana bagi Kvitova. Setelah itu, Kvitova makin menanjak dan kini menduduki posisi kedua dalam daftar peringkat WTA (Asosiasi tenis Putri).

Dengan telah tersingkirnya unggulan teratas Caroline Wozniacki (Denmark) Kvitova jadi petenis dengan peringkat tertinggi di turnamen. Pengalaman menjadi juara grand slam membuatnya tak gugup lagi saat memasuki fase penting di grand slam lainnya. "Pengalaman yang saya dapatkan di Wimbledon membantu saya, contohnya di turnamen ini," kata Kvitova.

Kvitova sudah kehilangan satu set dalam perjalanannya ke babak empat besar. Demikian pula Sharapova yang tak lagi merasa kesulitan dengan engkel kaki kiri yang dideritanya pada September 2011. Kedua petenis juga menyguhkan permainan yang solid selama lebih dari sepekan di Melbourne Park.

Tapi, Sharapova memilih untuk menjadi underdog dalam pertemuan mereka yang ketiga. Baginya, Kvitova menjadi petenis terbaik di tenis putri sepanjang paro kedua musim lalu dan awal tahun ini. Apalagi, dalam dua pertemuan terakhir, dia selalu kalah dari Kvitova.

"Saya kalah darinya beberapa kali dan yang terbesar di Wimbledon itu. Saya tak suka kalah lebih banyak lagi dalam satu rangkaian. Saya kira, dia adalah yang paling bagus sekarang, bermain dengan performa terbaiknya dan datang dengan banyak kemenangan tahun lalu," tutur Sharapova.

Tak hanya masalah balas dendam dan menambah koleksi gelar grand slam yang dipertaruhkan dalam pertemuan kedua petenis, mereka juga berebut posisi teratas yang sudah pasti ditinggalkan Wozniacki. Bersama mereka, semifinalis lainnya, Victoria Azarenka (Belarusia) juga berpeluang menjadi nomor satu.

Di semifinal lain, Azarenka menghadapi sang juara bertahan Kim Clijsters (Belgia). Clijsters menghadapi motivasi tinggi Azarenka yang berambisi meraih gelar grand slam perdana. Siapa pun yang menjadi juara, selain Clijsters, akan meraih posisi teratas WTA. (ady)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Rossoneri Dominasi Oscar del Calcio


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler