Pelatih Semen Padang Ungkap Kelemahan Terbesar Persebaya

Minggu, 28 Juli 2019 – 15:51 WIB
Bintang Persebaya Surabaya Manuchekhr Dzhalilov sedang berlatih. Foto: Persebaya

jpnn.com, PADANG - Semen Padang memiliki beban berat ketika menjamu Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion H Agus Salim, Minggu (28/7).

Hingga kini Semen Padang merupakan satu-satunya tim yang belum pernah meraih kemenangan di Liga 1 2019. 

BACA JUGA: Kandang Madura United Memang Sangat Angker

Dari delapan laga yang sudah dijalani, tim berjuluk Kabau Sirah itu sudah menelan lima kekalahan dan tiga kali seri. 

BACA JUGA: Persebaya Keluhkan Kualitas Lapangan Semen Padang

BACA JUGA: Persebaya Keluhkan Kualitas Lapangan Semen Padang

Semen Padang pun menjadikan laga kontra Persebaya sebagai momen untuk bangkit.

Motivasi itu sudah terlihat dari sejumlah penyegaran di jajaran manajemen dan kepelatihan.  

BACA JUGA: Semen Padang vs Persebaya: Butuh 3 Angka untuk Obati Luka

Hasfi Rafiq ditunjuk sebagai CEO baru menggantikan Rinold Thamrin, sedangkan weliansyah dinaikkan menjadi pelatih utama.

Weliansyah mengakui keunggulan individu pemain Persebaya.  Namun, dia yakin anak asuhnya bisa mengatasi Persebaya.

’Mereka (Persebaya) bagus, tetapi tidak stabil. Saya sampaikan kepada pemain agar mau kerja keras. Semua merindukan kemenangan,’’ ujarnya.

Semen Padang sendiri tak bisa turun dengan kekuatan full. Gelandang bertahan Fridolin Kristof Yoku masih dalam tahap pemulihan cedera.

Pemain asal Papua tersebut bahkan sudah absen saat melawan Bhanyangkara FC pada Rabu (11/7).

Bomber Karl Max Barthelemy juga masih teka-teki.  Pemain asal Chad itu hanya menjalani latihan ringan dengan mengelilingi lapangan bersama fisioterapis tim. 

Satu nama lainnya yang kemungkinan absen adalah bek kanan Syaiful Indra Cahya.

''Bagaimanapun sudah empat kali bermain di kandang, lose terus. Inilah saatnya untuk bangkit,” sambungnya.

Persebaya juga bertekad bangkit.  Maklum, Green Force sudah melalui empat laga tanpa kemenangan. 

“Semoga hasilnya sesuai harapan kami. Jangan sampai pulang tidak bawa poin,’’ ujar pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman.

Masalah finishing menjadi fokus perhatian Djadjang. Dia tak ingin pemainnya membuang banyak peluang seperti saat melawan Tira-Persikabo pada 21 Juli.

“Kami sudah melakukan evaluasi. Kami sudah mengumpulkan kekuatan dan cukup optimistis menghadapi laga,’’ tegasnya. (rid/bas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jadwal Liga 1 2019 Bakal Berubah, Klub Harus Siap Hadapi Jadwal Padat


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler