Peluang Erick Thohir Mendampingi Ganjar Belum Habis, Sandiaga juga Berkantong Tebal, tetapi

Senin, 01 Mei 2023 – 10:56 WIB
Capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kolumnis kondang Dahlan Iskan menilai peluang Menteri BUMN Erick Thohir untuk mendampingi Capres PDIP Ganjar Pranowo belum habis.

Namun, dia juga menilai bahwa Menteri Parekraf Sandiaga Uno juga memiliki basis pendukung dan punya modal finansial.

BACA JUGA: Cawapres untuk Ganjar: Erick Thohir Bisa Meraup Suara NU, Sandiaga Menggerogoti Pendukung Anies

Dalam tulisan berjudul Babak Penyisihan, Dahlan mengatakan capres di Pilpres 2024 memang memerlukan peran cawapres sebagai penambah suara.

"Itu berbeda dengan Pilpres 2019. Waktu itu posisi suara Pak Jokowi sudah sangat tinggi. Dia incumbent. Dipasangkan dengan siapa saja pasti menang. Pun bila hanya dipasangkan dengan sandal jepit," tulisan Dahlan, Disway edisi Senin (1/5).

BACA JUGA: Konon Nahdiyin Belum Rela Erick Thohir Jadi Representasi Politik NU di Pilpres 2024

Kondisi serupa juga terjadi di zaman Pilpres jabatan kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tidak perlu mengharap tambahan suara dari cawapres.

Masa itu, cawapres lemah tidak masalah. Yang penting tidak negatif. Tidak menyumbang suara tidak apa-apa, asal jangan mengurangi suara.

BACA JUGA: 4 Tokoh Ini Dianggap Representasi NU, Berpotensi Jadi Cawapres

Maka wapres pendamping SBY di periode kedua adalah tokoh yang sangat tidak disangka, Boediono. Begitu pula wapres periode kedua Jokowi juga amat tidak diduga, Ma'ruf Amin.

"Ganjar, Prabowo, Anies bukan incumbent. Boleh dikata ketiganya saling lirik: siapa berpasangan dengan siapa," tulisan Dahlan.

Dengan demikian, Dahlan Iskan menilai dalam waktu dekat jangan diharap sudah ada putusan soal cawapres.

Penentuan cawapres itu menurut dia masih akan lama, bisa enam bulan lagi, bahkan di hari terakhir pendaftaran.

"Di menit terakhir pun masih bisa berubah. Tahap sekarang barulah 'babak penyisihan'. Belum perempat final, semifinal, apalagi final," tuturnya.

Akan tetapi, Dahlan menyebut justru di babak penyisihan ini keriuhan lebih gempita. Calonnya masih bisa banyak. Simulasinya masih bisa beragam.

"Maka peluang Erick Thohir belum habis. Detik terakhirnya masih jutaan detik lagi, apalagi dia bisa diandalkan dalam hal dana. Apa saja bisa dibeli dengan uang, apalagi suara," tulisan Dahlan.

Dia menilai Erick Thohir juga bisa diharapkan menutupi kelemahan Ganjar di Jatim, karena dia adalah anggota Banser besertifikat.

"Punya basis yang kuat di Jatim, apalagi sikap partai PAN sudah kian jelas menghendaki pasangan Ganjar dan Erick," lanjut Dahlan.

Namun, dia menyebut kantong Sandiaga juga tebal dan punya pendukung besar di Jawa Barat. Itu bisa menutup kelemahan Ganjar di Jabar yang menjadi kekuatan utama Anies dan Prabowo.

"Kalau saja cawapres boleh dua maka Ganjar akan pilih dua-duanya. Dapat Jatim dan Jateng. Juga dapat logistik, apalagi dua pengusaha muda ini bersahabat sejak muda," tulisan Dahlan.

Dahlan juga bisa membayangkan bagaimana persaingan dua sahabat ini di babak penyisihan. Namun, publik tidak usah khawatir karena keduanya juga sudah biasa bersaing, termasuk di Pilpres 2019.

"Erick adalah tim pemenangan Jokowi. Sandi adalah cawapres pesaing Jokowi. Toh dua-duanya bisa bersatu di kabinet," lanjut Dahlan.

Di sisi lain, Dahlan menilai keduanya jangan-jangan bakal tersisihkan oleh tokoh seperti Jenderal Budi Gunawan (BG) yang kemampuan intelijennya bisa diandalkan, serta punya jaringan yang sangat kuat di lingkungan Polri.

"Peranan aparat masih begitu penting dalam proses pemungutan dan penghitungan suara. Toh, setebal-tebal kantong Sandi tidak bisa membeli suara kemenangan di Pilpres lalu," tutur Dahlan.(fat/disway/jpnn)

Tulisan lengkap Dahlan Iskan bisa dibaca pada kolom Disway atau tautan ini: Babak Penyisihan.

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Megawati Bicara soal Sandiaga Uno dan Sentil Lembaga Survei


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler