Pemain Muda Harus Benar-Benar Punya Kemampuan

Senin, 16 Januari 2017 – 18:14 WIB
Fakhri Husaini. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - jpnn.com - Eks pemain Timnas Indonesia yang juga aktif di sepak bola Kaltim, Fakhri Husaini menilai positif regulasi PSSI terkait pemain U-23.

Namun, bibit muda yang dipercaya bermain harus benar-benar memiliki kemampuan.

BACA JUGA: Belum Semua Klub ISL Bisa Terima Regulasi Baru PSSI

"Jangan bangga kalau bisa bermain inti namun karena regulasi. Harus benar-benar punya kemampuan," papar Fakhri seperti diberitakan Kaltim Post (Jawa Pos Group) hari ini.

Fakhri yang aktif di pembinaan usia dini dan pernah dipercaya menukangi Timnas U-19 itu merasa PSSI terlalu cepat mengharuskan tim memainkan pemain muda sebagai starter.

BACA JUGA: Kabau Sirah Butuh Tujuh Pemain Lagi Mengisi Posisi Ini

Pasalnya, tahun lalu belum ada kompetisi yang dikhususkan pemain U-21.

"Niatnya sebenarnya baik. Tapi saya tekankan sebelum pemain muda masuk level senior, harus diadakan kompetisi khusus U-19 atau U-21. Jadi minimal mereka bisa bermain setidaknya 24 kali atau lebih dalam setahun," sebut Fakhri.

BACA JUGA: Popo Ario Fokus pada Dua Kejuaraan Internasional

Minimnya pengelolaan kompetisi pada usia muda bisa menjadi kesan kurang elok untuk pemain muda tampil di level senior.

Meski fokusnya jelas untuk regenerasi pemain timnas, Fakhri tetap tidak yakin klub bisa memanfaatkan secara maksimal pemain muda.

"Negara besar yang menjalankan kompetisi di usia muda saja timnasnya belum bagus. Bagaimana dengan negara kita yang pembinaan serta liga untuk tim junior belum berjalan baik?"

Ditambahkan Fakhri, pemain muda saat ini harusnya malu dengan pemain-pemain senior yang masih merumput.

Tercatat beberapa nama seperti Cristian Gonzales, Ponaryo Astaman, dan Bima Sakti musim lalu masih bermain.

"Pemain di atas 35 tahun sebenarnya tidak perlu dilarang bermain apalagi kalau kemampuannya masih bagus. Nanti pasti ada seleksi alam. Kalau memang sulit bersaing, pemain yang tua akan istirahat," ujarnya.

Pemain-pemain muda berbakat disebutkan eks Petrokimia Gresik itu sangat banyak. Peran pelatih dianggap penting untuk menggali potensi itu.

"Salah satu hal mendasar lain peran pelatih. Dari banyaknya anak Indonesia, pasti layak untuk timnas. Itu PR (pekerjaan rumah) bersama," pungkasnya. (*/abi/bby)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PSM Juga Berminat Boyong Hamka Hamzah Pulang Kampung


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler