Pembaca, Bocah Cantik Ini Membutuhkan Bantuan Anda

Minggu, 28 Mei 2017 – 16:59 WIB
KOMPLIKASI PENYAKIT: Dicha Larasati dirawat di Kamar Flamboyan C Nomor 13 RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Dicha tidak hanya menderita hemophilia, tapi juga terserang hepatitis B. Foto: Anggi Praditha/Kaltim Post/JPNN

jpnn.com, BALIKPAPAN - Sudah belasan hari Dicha Larasati (7) terbaring di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), Balikpapan.

Pendarahan yang tak kunjung berhenti dari lambung membuat Dicha hanya terbaring lemah di atas kasur kamar Flamboyan C.

BACA JUGA: Kepala Terlindas Truk, Terdengar Seperti Semangka Pecah

“Sehari-hari Dicha tidur saja, terbaring enggak bisa ngapa-ngapain. Jadi, saya urus sendiri sambil saya buat kue. Saya cari uang dengan cara itu,” ujar Nurlina, ibunda Dicha, Sabtu (27/5).

Nurlina mengaku bersyukur tidak ada pungutan biaya untuk infus dan refill oksigen selama dua bulan terakhir.

BACA JUGA: Polisi Bentuk Tim Siluman, Ini Dia Tugasnya

Sebab, RSKD bersedia memberikan secara sukarela. Biasanya, Nurlina bolak-balik rumah sakit.

Dalam seminggu, dia bolak-balik selama dua kali untuk mengambil infus dan refill oksigen.

BACA JUGA: Lari Tanpa Alas Kaki, Siswi SMP Menangi Astra Fun Run Balikpapan

Dia harus melakukannya karena sempat tidak memiliki uang untuk merawat anaknya di rumah sakit.

“Minggu lalu, kondisinya menurun karena pendarahan. Belum lagi demam tinggi hingga 42 derajat celcius. Kemudian dia muntah darah. Saya sudah tidak mampu rawat akhirnya kembali ke RSKD,” bebernya.

Nurlina mengungkapkan, dokter pun berharap Dicha bisa sembuh apabila dirujuk ke RS Dr Sardjito Jogjakarta.

Dia menjelaskan, dokter di Kaltim sudah tak mampu menangani Dicha. Sebab, Dicha mengalami komplikasi yang parah.

“Pendarahan dari lambung ini tidak mau berhenti sudah hampir dua minggu. Ada luka di lambungnya yang membuat darah terus mengalir. Dalam satu hari, saya bisa membuang darah sebanyak sepuluh kantong. Kadar hemoglobin (HB) juga rendah hanya sampai angka tujuh dan jauh dari normal,” ujar Nurlina.

Dia menambahkan, selama ini, Dicha terpaksa harus menjalani puasa karena lambungnya tidak boleh beraktivitas.

Makanan cukup melalui asupan infus. Dicha tidak pernah lagi makan langsung dari suapan sendok.

Walau begitu, Dicha tetap berusaha tegar dengan sakit yang dia derita.

Nurlina menambahkan, biaya rawat inap terbantu dari BPJS Kesehatan. Contohnya biaya ruangan.

Namun, ada pula obat-obatan seperti samostatin yang harganya jutaan tidak termasuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan.

“Enam hari saja obat itu bisa menghabiskan Rp 15 juta. Alhamdulillah waktu itu dapat bantuan dari donatur langsung saya belikan obat. Kalau sekarang dana habis, saya coba tebus obat dan mencari dana,” ungkapnya. (dina anggelina/riz/k18)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Balikpapan Kini Punya Stadion Megah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler