Pembobolan Kartu Kredit Nasabah The Body Shop juga Terjadi di Padang

Rabu, 27 Maret 2013 – 14:46 WIB
PADANG  - Pembobolan kartu kredit dan kartu debit, yang semula hanya terjadi di dua mall di Jakarta, ternyata juga terjadi di Kota Padang. Bank Indonesia (BI) pun menginstruksikan kepada perbankan memperketat transaksi kartu kredit maupun kartu debit ATM.

Direktur Kepala Grup Hubungan Masyarakat BI Difi Johansyah mengatakan, hasil analisis common purchase point (CPP) atau kesamaan data historis transaksi pengguna kartu, terungkap tempat pencurian data berkembang di beberapa toko di Jakarta dan Padang. Sejauh ini, sejumlah bank telah melakukan pemblokiran kartu dan melanjutkan analisis CPP.

Dari hasil analis dan sharing antar bank, kata Difi, diketahui bahwa dugaan awal tempat pencurian data terjadi di merchant The Body Shop di dua buah mall di Ibukota. Lalu, setelah dilakukan penelitian lebih seksama, tempat pencurian data kartu kredit juga sudah tersebar hingga ke Padang, Sumatera Barat. Di kota Padang, BI menduga pencurian data terjadi di satu kantor cabang The Body Shop. Total kerugian dari seluruh transaksi nasabah diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Fraud atau pelanggaran pada transaksi kartu kredit dan debit terjadi karena masih adanya kartu dengan teknologi lama magnetic stripe. "Untuk itu, kami mendorong issuer (penerbit, Red) untuk segera menggantinya dengan sistem chip," ujarnya.
     
Menurut Difi, BI sudah mengeluarkan regulasi terkait penggunaan teknologi baru chip pada kartu kredit dan kartu debit. Untuk kartu kredit, prosesnya sudah dimulai sejak 2010 dan untuk kartu debit mulai 2012. "Memang, ada transisi sampai 2015, tapi lebih cepat akan lebih baik," katanya.
     
Difi mengakui, transaksi dengan kartu berteknologi magnetic stripe memang sangat rawan kejahatan. Hal itu bisa terjadi ketika kartu digesek pada mesin electronic data capture (EDC) pada merchant ketika pemilik kartu melakukan pembayaran. "Sebab, saat di-swipe (digesek, Red), data itu telanjang, mudah dilihat dan diduplikasi," ucapnya.
     
Sebagaimana diketahui, beberapa hari yang lalu terjadi aksi kejahatan terhadap kartu kredit dan debit yang digunakan berbelanja di merchant The Body Shop Indonesia di Jakarta. Data kartu dicuri ketika digunakan bertransaksi.
     
Data curian tersebut lantas digunakan untuk membuat kartu duplikat yang lantas digunakan untuk berbelanja di Meksiko dan Amerika Serikat (AS). Kartu yang datanya dicuri di antaranya adalah kartu debit yang diterbitkan Bank Mandiri dan BCA. Kedua bank itu pun langsung memblokir kartu, namun kerugian diperkirakan sudah mencapai ratusan juta rupiah.
     
Sekretaris Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengatakan, kebocoran data bisa disebabkan mekanisme double swiping (dua kali penggesekan) pada kartu dengan teknologi magnetic stripe. "Karena itu, kami bersama BI sepakat memperketat aturan bagi merchant," ujarnya.
     
Difi menambahkan, sebagai langkah antisipasi, pemilik kartu harus ikut mengawasi proses transaksi di merchant. Dia memisalkan, usai makan di restoran, pemilik kartu seringkali hanya menyerahkan kartunya kepada pelayan dan lantas menerima print hasil transaksi. "Sebaiknya, kita ikut melihat saat kartu digesek di mesin EDC. Pokoknya diawasi," katanya.

Dihubungi terpisah, Plt Kepala Perwakilan BI Wilayah VIII M Emil Akbar mengaku belum mendapatkan informasi soal pembobolan kartu kredit di Kota Padang. Namun, ia tak menampik bisa saja informasi itu benar, jika sumbernya dari BI Jakarta. Sebab, BI Jakarta yang memiliki sistem soal itu.

Untuk antisipasi kasus tersebut, Emil mengatakan tindakannya tentu sama dengan yang dilakukan oleh pimpinan BI lainnya." Maaf kalau saat ini, saya belum bisa memberikan keterangan yang memuaskan. Saya belum dapat laporannya," ucapnya.

Chief Financial Officer  The Body Shop JW Sudomo yang dihubungi Padang Ekspres via emailnya kemarin, membenarkan bahwa adanya terjadi penggandaan kartu nasabah di cabang Body Shop Padang. "Kami sudah koordinasi dengan bank penyedia EDC, yang pada gilirannya berkoordinasi dengan BI. Kami menutup semua  kemungkinan kebocoran data kartu dengan tidak mengambil data kartu dengan cara apapun. Transaksi dengan kartu kredit di The Body Shop terjamin aman," tuturnya.

Sedangkan Sementara itu, Public Relations and Social Media Manager The Body Shop Ratu Ommaya seperti dikutip detikcom, mengatakan, laporan pelanggan sudah berdatangan pada awal bulan lalu. "Kejadiannya baru Maret ini," kata dia. Untuk sementara, kata Ratu, pihaknya tidak menerima pembayaran dengan kartu. (esg/cr3/ayu)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Pinang Anjlok, Petani Malas Panen

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler