Pemboman Bukan Cara Tepat Bantu Etnis Rohingnya

Senin, 05 Agustus 2013 – 23:02 WIB

jpnn.com - JAKARTA -  Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menyebut pelaku pengeboman Vihara Ekayana Kebon Jeruk karena ingin mengekspresikan keprihatinan atas tragedi kemanusiaan yang dialami etnis minoritas Muslim Rohingya di Myanmar. Meski begitu, meledakkan bom bukan merupakan cara yang tepat.

"Saya yakin, semua orang di Indonesia pasti prihatin atas tragedi Rohingya. Namun, meledakan bom di Vihara Ekayana di Duri Kepa, Jakarta Barat, bukanlah solusi," ujar Bambang kepada wartawan, Senin (5/8).

BACA JUGA: Bom Vihara Ekayana Nodai Kesucian Ramadan

Menurut dia, ledakan bom itu bukan merupakan cara untuk menyelesaikan masalah. Sebab, lanjutnya, langkah terbaik membantu etnis Rohingnya adalah melalui diplomasi.

"Cara paling bijak membantu etnis Rohingya adalah memperkuat langkah-langkah yang telah ditempuh Ketua PMI Jusuf Kalla, melalui diplomasi dan bantuan kemanusiaan," ucap Bambang.

BACA JUGA: Vihara Dibom, Mahasiswa Budhis Serukan Kerukunan

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, menggalang kekuatan seluruh komponen umat beragama di Indonesia untuk membantu etnis Rohingya jauh lebih efektif dibanding memberi pesan lewat ledakan bom.

Hal senada juga sidampaikan Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika. Menurutnya, langkah pemboman itu jelas tidak tepat. "Indonesia merupakan negara yang paling peduli dibandingkan negara lain yang bertetangga dengan Myanmar dalam menyikapi kasus Rohingya. Tidak sepantasnya melakukan perusakan di negara sendiri," ujar Pasek kepada wartawan, Senin (5/8).

BACA JUGA: Demokrat Dorong Perempuan Menjadi Capres

Pasek menjelaskan, aksi teror semacam itu harus segera dituntaskan agar tidak merembet dan merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa. "Apalagi ini dilakukan di bulan suci Ramadan yang harus kita jaga bersama-sama," ucap politikus Partai Demokrat itu.

Sedangkan pengamat intelijen Wawan Purwanto juga mengatakan bahwa motif pengeboman Vihara Ekayana Kebon Jeruk karena gejolak Rohingya. "Nah sebetulnya ini (Rohingya) menjadi latar belakang mereka melakukan langkah seperti ini," ujar Wawan.

Ia menyatakan, ketika pengeboman itu karena persoalan Rohingya maka tidak boleh dianggap enteng. Menurut Wawan, kalau tidak diwaspadai maka hal itu bakal meluas.

Wawan menegaskan, vihara merupakan target alternatif penyerangan terorisme. Sementara yang menjadi sasaran utama menurut dia, adalah kantor kedutaan besar. (gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Vihara Ekayana Masih Dijaga Ketat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler