Sama seperti di Pulau Natuna, Pulau Christmas Island di Australia juga dipergunakan sebagai pusat karantina bagi ratusan warga Australia yang dievakuasi dari Wuhan. Pemerintah menjamin penduduk Christmas Island akan aman dari Virus Corona. Karantina di Christmas Island

 

BACA JUGA: Anak Perempuan di Malaysia Dinyatakan Sembuh dari Virus Corona

Jaminan pemerintah ini disampaikan hari Rabu (5/2/2020) kepada warga setempat yang sebagian besar keturunan Melayu dan China.

Seperti diberitakan sebelumnya, 240 warga negara dan permanen residen Australia sudah diterbangkan dengan pesawat khusus dari Wuhan hari Senin.

BACA JUGA: Ada 6 Penerbangan Terakhir yang Melayani Rute ke China di Bandara Soetta

Mereka termasuk 84 anak-anak berusia di bawah 16 tahun, dan lima bayi berusia di bawah dua tahun.

Pesawat Qantas Boeing 747 yang membawa mereka pada awalnya mendarat di Perth sebelum kemudian diterbangkan dengan pesawat lebih kecil ke Christmas Island dimana mereka akan berada di sana selama dua pekan di pusat penahanan imigrasi.

BACA JUGA: Data Tiongkok: Virus Corona Bunuh 65 Orang dalam Satu Hari

Photo: Papan pengumuman di pusat penahanan imigrasi di Christmas Island yang terletak 20 km dari kawasan pemukiman penduduk di pulau tersebut. (ABC News: James Carmody)

 

Pejabat setempat Gordon Thomson mengatakan mereka tidak mendapat pemberitahuan sama sekali mengenai rencana evakuasi ke Christmas Island.

Meski ada informasi tambahan dalam beberapa hari terakhir, namun Thomson mengatakan pemerintah Federal tidak melakukan banyak usaha untuk menghilangkan kekhawatiran penduduk setempat.

Thomson mengatakan sudah banyak pesan yang disampaikan di internet dan media sosial namun pesan itu mungkin tidak sampai ke penduduk lokal yang tidak memiliki akses internet di sana.

Dia mengatakan informasi juga tidak banyak yang tersedia dalam bahasa selain Inggris, padahal hanya sepertiga warga di sana menggunakan bahasa Inggris untuk kegiatan sehari-hari.

"Banyak warga yang tidak mengerti Bahasa Inggris atau bahasa Inggrisnya kurang bagus sehingga mereka tidak mendapat informasi sama sekali," kata Thomson. Photo: Sebagian besar penduduk Christmas Island adalah keturunan Melayu dan China. (ABC News: James Carmody)

 

Administrator Christmas Island Natasha Griggs sudah menyampaikan pesan kepada warga pulau tersebut lewat Facebook bahwa mereka yang menjalani karantina akan tinggal di tempat yang betul-betul terpisah dari warga biasa.

"Mereka yang menjalani karantina tidak akan bisa bergerak bebas, atau mendapat layanan termasuk layanan kesehatan yang biasanya digunakan oleh warga pulau ini ataupun pengunjung lain." katanya di akun FB.

Dia juga mengatakan bahwa staf medis dan staf lain yang berhubungan langsung dengan mereka yang dikarantina juga tidak akan tinggal di tengah warga di pulau tersebut. Belum ada yang terdeteksi

Sekelompok 35 warga Australia yang diterbangkan dengan pesawat Air New Zealand dari Wuhan, yang akan tiba di pangkalan militer di Auckland (Selandia Baru) juga nantinya akan dipindahkan ke Christmas Island.

PM Scott Morrison mengatakan bahwa pemerintah Federal akan mengkoordinir evakuasi pesawat kedua dan terakhir guna membawa warga Australia kembali dari China. Photo: Warga Australia yang tiba dari Wuhan mendarat di pangkalan militer Learmonth di Australia Barat hari Senin (3/2/2020). (Supplied: Department of Home Affairs)

 

"Kita akan mengirim satu pesawat lagi ke Wuhan, kami sedang mempersiapkannya saat ini," kata PM Morrison.

"Persiapan pemindahan ke Christmas Island berjalan dengan baik. Sampai saat ini tidak ada kasus yang terdeteksi di sana."

Presiden Dewan Kota praja Christmas Island Gordon Thomson mengatakan yakin operasi karantina di sana tidak akan membahayakan warga setempat.

Dia mengatakan kekhawatiran yang didengarnya lebih disebabkan karena unsur politik dibandingkan kekhawatiran dari sisi kesehatan.

"Saya bersimpati dengan mereka yang dikarantina di pusat penahanan. Mereka berada jauh dari rumah mereka sendiri," katanya.

"Hal yang buruk adalah mereka tidak seharusnya di sini. Mereka seharusnya ada di daratan utama Australia."

Pusat tahanan imigrasi berada sekitar 20 km dari kawasan pemukiman utama warga setempat di sana.

Warga mengatakan kehidupan berjalan seperti biasa meski ada operasi karantina tersebut. Photo: Sejauh ini kehidupan berjalan seperti biasa di Christmas Island yang letaknya lebih dekat ke Pulau Jawa dan Sumatera dibandingkan ke Daratan Australia.

(ABC News: James Carmody)

 

Siswa sekolah dasar dan menengah di pulau tersebut memulai tahun ajaran baru hari Senin setelah liburan musim panas yang panjang.

Restoran dan bar masih buka dan didatangi warga setempat dan juga turis yang ada.

Banyak warga di sana sedang mempersiapkan acara besar-besaran memperingati Tahun Baru Imlek yang akan dilakukan hari Sabtu (8/2/2020) malam.

Christmas Island terletak sekitar 1500 km dari daratan utama Australia, dan secara geografis lebih dekat dengan pulau Jawa dan Sumatera.

Ada dua penerbangan komersial dari Perth ke Christmas Island setiap minggunya, dengan penerbangan memerlukan waktu sekitar 4.5 jam.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

BACA ARTIKEL LAINNYA... WHO Enggan Dukung Travel Ban untuk Tiongkok

Berita Terkait