Pemerintah Dorong Kampanye ke Bioskop dengan Aman

Sabtu, 20 Maret 2021 – 10:28 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia-Singapura bentuk tim untuk bahas travel bubble. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta pelaku industri perfilman bangkit dan menggencarkan kampanye menonton di bioskop secara aman.

“Pemerintah pasti mendukung penuh upaya kampanye menonton di bioskop dengan aman, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Saya berharap bioskop-bioskop bisa lebih gencar menggaungkan bahwa menonton di bioskop akan tetap aman dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kalau stigma itu bisa sampai ke publik, mereka akan kembali berani menonton di bioskop. Penuhi persyaratan itu, nanti akan kami dorong,” katanya saat menerima audiensi insan perfilman di Jakarta, Sabtu (20/3).

BACA JUGA: Asyiiik, Bioskop Boleh Buka

Menko Airlangga menyampaikan bahwa dirinya juga telah menerima usulan dari pelaku industri perfilman yang sebelumnya telah disampaikan kepada Presiden Jokowi.

“Bapak Presiden secara langsung telah memberi arahan kepada saya, khusus untuk industri perfilman, pekerja film dan pekerja budaya. Maka dari itu kehadiran ini sangat penting. Saya juga sudah menerima usulan-usulan yang telah disampaikan teman-teman kepada Bapak Presiden,” kata Menko Airlangga.

BACA JUGA: Lesu, Pengusaha Bioskop Sebut Ini Alasan Masyarakat Takut Nonton Film

Para insan perfilman menyampaikan bahwa 90 persen pemasukan industri perfilman berasal dari bioskop yang merupakan hilir dari industri ini dan pemutaran film melalui digital platform atau streaming belum bisa memenuhi kebutuhan produksi film.

Selain itu, ramainya bioskop memiliki efek sampai kepada pekerja film sehingga kampanye menonton film di bioskop perlu digaungkan.

BACA JUGA: Gelar Pertemuan, Prabowo dan Airlangga Hartarto Bakal Duet di Pilpres 2024?

Para pelaku industri perfilman juga menyampaikan usulan stimulus pengalokasian dana pemulihan ekonomi nasional demi mendukung industri perfilman Indonesia.

Menanggapi masukan dari para pelaku industri perfilman, Airlangga mengakui bahwa antusiasme masyarakat untuk kembali menonton di bioskop memang belum pulih seperti dulu kendati pemerintah telah mengizinkan bioskop untuk dibuka kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saya telah membaca usulan-usulan yang disampaikan terkait alokasi dana pemulihan ekonomi nasional untuk sektor perfilman. Dari audiensi ini saya berharap bisa mendapatkan data-data yang konkret dan akuntabel sehingga bisa mendukung pemerintah dalam mengambil keputusan, khususnya kebijakan mendukung pemulihan di sektor perfilman,” tambahnya.

Audiensi tersebut ditutup dengan kesepakatan bahwa pelaku industri perfilman akan membuat lebih terperinci lagi terkait ide-ide yang telah disampaikan dan akan disusun oleh working group serta riset-riset sebagaimana yang diminta oleh pemerintah.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand Parwez dan Angga Dwimas Sasongko serta beberapa asosiasi yang terkait dengan industri perfilman yang hadir secara daring.

Data dari pelaku industri perfilman menyebutkan bahwa pada 2016 terdapat 2.418 jumlah usaha yang bergerak di sub-sektor film, animasi dan video dengan jumlah tenaga kerja pada tahun 2019 diproyeksikan lebih dari 50.000 orang.

Kemudian, sejak industri film diangkat dari Daftar Negatif Investasi (DNI) di tahun 2016, industri film Indonesia mengalami peningkatan 20 persen dari segi investasi, sehingga pada akhirnya industri film tanah air mampu tumbuh dan masuk dalam sepuluh industri film terbesar di dunia yang merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah industri perfilman Indonesia. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler