Pemerintah Harus Turun Tangan, Jangan Sampai Pemodal Asing Masuk Merugikan Para Pemasok Lokal

Rabu, 17 Maret 2021 – 13:40 WIB
Ilustrasi buruh memproduksi pakaian jadi di salah satu pabrik garmen di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra

jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesori Indonesia (APGAI) merasa prihatin atas tuntutan PKPU yang diajukan oleh para pemasok terhadap Centro & Parkson Departemen Store.

Dewan Pengurus APGAI merasa sangat terusik dengan pengajuan PKPU terhadap retail modern seperti PT. Tozy Sentosa, pemilik dari Centro & Parkson Departemen Store yang memiliki belasan gerai.

BACA JUGA: Pandemi Belum Usai, Calon Ketua KADIN Punya Tantangan Berat

PT. Tozy Sentosa merupakan bagian dari Parkson Retail Asia, sebuah perusahaan raksasa retail Malaysia yang telah terdaftar di lantai bursa saham Singapura.

"Sesuai dengan tuntutan PKPU yang diajukan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bermula dari kegagalan demi kegagalan dari PT. Tozy Sentosa dalam melaksanakan kewajibannya membayar hasil penjualan barang konsinyasi (titip jual) dari para pemasoknya, sebagian juga merupakan anggota dari APGAI," ujar Ketua Dewan pembina APGAI Poppy Dharsono.

BACA JUGA: BCL: Enggak ada Orang Lain yang Bisa Ngertiin Gue Seperti Ashraf, Tiba-tiba Gone

Poppy mengatakan barang konsinyasi pada hakekatnya merupakan milik dari para pemasok, apabila terjadi penjualan terhadap barang barang tersebut seyogyanya uang hasil penjualan dibayarkan (dikembalikan) kepada pemilik barang.

Dan kegagalan pembayaran (pengembalian) oleh pemilik departemen store kepada pemilik barang bisa diartikan sebagai kesalahan tata kelola dalam menjalankan usaha yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik departemen store, dalam hal ini adalah PT. Tozy Sentosa.

BACA JUGA: Nippon Paint Fasilitasi Ruang Perawatan Covid-19 Tzu Chi Hospital dengan Cat Antivirus

"Di masa pandemi seperti ini para pemasok yang kebanyakan adalah UMKM sangat membutuhkan likuiditas bagi mereka untuk mencoba bertahan hidup agar tidak sampai harus menutup usahanya yang akan membawa gelombang PHK," tutur dia.

Oleh karena itu, dewan pengurus APGAI sangat berharap bantuan dan campur tangan dari instansi terkait untuk mencegah terjadinya kasus-kasus serupa di kemudian hari.

"Yang mana perusahaan asing masuk menanamkan modal ke Indonesia namun pada akhirnya merugikan para pemasok lokal," sebut Poppy.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Para Pria Mari Rapatkan Barisan! Kenali 10 Tanda Anda Sehat, Nomor 2 Ukur Pakai Sendok


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler