Pemerintah Israel Bantah Terlibat Skandal Peretasan WhatsApp

Jumat, 01 November 2019 – 19:36 WIB
Ilustrasi WhatsApp. Foto: pixabay/JPNN.com

jpnn.com, JERUSALEM - Pemerintah Israel angkat bicara soal kasus dugaan peretasan WhatsApp yang melibatkan perusahaan teknologi pengintai NSO Group. Pemerintah Zionis menegaskan bahwa NSO tidak punya hubungan sama sekali dengan pemerintah.

"NSO adalah aktor swasta yang ada di Israel, seperti ribuan lainnya yang berkecimpung di sektor siber, tetapi tidak ada keterlibatan pemerintah Israel sama sekali di sini. Ini bukan tentang Negara Israel," ujar Menteri Keamanan Zeev Elkin seperti dilansir Reuters, Jumat (1/11).

BACA JUGA: Tentara Israel Kembali Tangkap Anggota Parlemen Palestina

Diberitakan sebelumnya, NSO Group telah digugat karena membuat software peretas yang memanfaatkan celah di WhatsApp untuk membobol telepon genggam pengguna aplikasi tersebut. WhatsApp mengklaim sekitar 1.4000 pengguna telah menjadi korban software tersebut.

Reuters melaporkan bahwa puluhan pejabat sipil dan militer negara-negara sekutu Amerika Serikat ikut jadi korban peretasan. Termasuk di antaranya, pejabat Uni Emirat Arab, Bahrain, Meksiko, Pakistan dan India.

BACA JUGA: Terungkap, Software Israel Dipakai Memata-matai Puluhan Pejabat Negara

"Saya tidak melihat ada potensi konflik politik akibat insiden ini," ujar Elkin percaya diri.

"Jika memang ada yang melakukan hal terlarang, maka sistem hukum di sini (Israel) dan negara lain pasti akan menghukum mereka," tambah dia.

BACA JUGA: Mencekam, Kendaraan Lapis Baja Israel Serbu Desa Palestina

NSO telah membantah tudingan WhatsApp. Perusahaan yang berdiri pada 2010 lalu itu mengklaim software peretas mereka hanya digunakan untuk membantu pemerintah menangkap teroris dan kriminal.

Namun, grup riset yang bekerja sama dengan WhatsApp menemukan bahwa software NSO dipakai untuk memata-matai aktivis di sejumlah negara otoriter. Puluhan jurnalis juga jadi korban peranti lunak tersebut. (reuters/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler