Pemerintah-NU Bersinergi, Airlangga dan Gus Yahya Tanam Sawit Bareng

Jumat, 04 Maret 2022 – 18:41 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Ch Staquf (paling kiri) pada penanaman ulang atau replanting program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Muara Enim, Sumatera Selatan, Jumat (4/3). Foto: PBNU

jpnn.com, JAKARTA - Sawit menjadi tema spesial dalam rangkaian Perayaan Harlah ke-99 Nahdlatul Ulama (NU) untuk wilayah barat yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/3).

Sebagai wujud kepedulian pada sawit, acara itu juga diisi penanaman ulang atau replanting sawit di Desa Kencana Mulia, Kecamatan Rembang, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.

BACA JUGA: Info dari Nusron: Airlangga Bakal Mewakili Jokowi di Harlah NU

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf hadir langsung pada replanting dalam rangka program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di lahan seluas 317 hektare itu.

Airlangga yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa replanting sawit merupakan program pemerintah. “Targetnya 180 ribu hektare per tahun,” ujarnya.

BACA JUGA: Ketua PBNU Usung Ekonomi Sawit di Rangkaian Harlah NU

Menteri yang juga ketua umum Partai Golkar itu tidak hanya menanam sawit. Dia juga membawa kabar tentang program pemerintah dan bantuan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk petani setempat.

Menurut Airlangga, pemerintah menaikkan bantuan pertanian sawit yang semula besarannya Rp 25 juta per hektare. “Dinaikkan menjadi Rp 30 juta per hektare,” katanya.

BACA JUGA: Peringatan Harlah NU di Palembang: Fokus Kelestarian Alam & Kesejahteraan Petani

Mantan menteri perindustrian itu menjelaskan program tersebut bukan satu-satunya bantuan bagi petani sawit. Sebab, ada pula bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk modal kerja, pupuk, dan lain-lainnya.

Airlangga memerinci masa angsuran kredit itu bisa mencapai lima tahun. “Bunganya tiga persen disubsidi oleh pemerintah,” katanya.

Pada kesempatan sama, Kiai Yahya Cholil Staquf menyatakan fokus perayaan harlah NU untuk wilayah barat pada 3 - 5 Maret 2022 itu ialah pada pendampingan petani sawit. Adapun tema yang diangkat pada harlah itu ialah Lestari Alamnya, Sejahtera Petaninya.

Gus Yahya -panggilan akrabnya- mengharapkan tata kelola perkebunan sawit rakyat menyentuh kearifan lokal dan berkelanjutan. “PBNU mendukung program batuan tanam sawit tersebut," katanya.

Oleh karena itu, PBNU menjalin kerja sama dengan beberapa kementerian untuk mengembangkan program pendampingan dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat.

Menurut Gus Yahya, PBNU sudah menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa organisasi nahdiyin itu ingin menjadi penyangga bagi agenda-agenda pemerintah. “Tentu untuk kemaslahatan rakyat banyak,” kata mantan anggota Dewan pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu.

Sejumlah pejabat terlihat hadir pada kegiatan itu, antara lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganundito, Pjs Bupati Muara Enim Nasrun Umar, Ketua DPRD Sumatera Selatan R.A Anita Noeeringhati, dan Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman.

Beberapa pengurus NU juga terlihat mendampingi Kiai Staquf, yakni Nusron Wahid (wakil ketua umum PBNU) dan KH Amirullah Nahrawi (Ketua PWNU Sumatera Selatan).(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler