Pemerintahan Joe Biden Bela Anak Buah Donald Trump yang Dihajar China

Kamis, 21 Januari 2021 – 23:59 WIB
Presiden Terpilih AS Joe Biden. Foto: REUTERS

jpnn.com, WASHINGTON DC - Juru bicara Dewan Keamanan Nasional untuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Rabu (20/1) mengatakan sanksi yang diberikan China terhadap Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan beberapa politisi lainnya kontraproduktif.

Ia mendorong Partai Republik dan Partai Demokrat di AS untuk mengecam langkah tersebut.

BACA JUGA: Kembali Jadi Rakyat Jelata, 28 Pejabat Era Donald Trump Langsung Dihajar China

Sanksi terhadap Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, diumumkan oleh China bersamaan dengan acara pelantikan presiden AS Joe Biden.

China menyebut Pompeo sebagai "pembohong".

BACA JUGA: Tiongkok Menjatuhkan Sanksi Terhadap 28 Mantan Pejabat di Era Donald Trump

Di samping Pompeo, China juga menjatuhkan sanksi untuk 27 eks petinggi lainnya yang menjabat pada masa pemerintahan Donald Trump. Sanksi itu dinilai sebagai upaya balasan Beijing terhadap Washington.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan Pompeo dan pejabat tinggi lainnya telah merencanakan, mengampanyekan, dan meluncurkan kebijakan yang mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok.

BACA JUGA: Hadiah Perpisahan China untuk Rezim Donald Trump, Ada Kata Pembohong dan Penipu

Pemerintah China juga melarang seluruh bekas pejabat dan anggota keluarga langsung mereka masuk China. Perusahaan-perusahaan yang terhubung dengan kelompok itu juga dilarang berbisnis di China.

"Sanksi yang diberikan saat Hari Pelantikan itu merupakan upaya untuk memecah belah," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Emily Horne, melalui pernyataan tertulisnya.

"Warga Amerika dari dua partai harus mengecam langkah kontraproduktif dan sinis itu. Presiden Biden akan bekerja sama dengan pimpinan dari dua partai untuk menjadikan Amerika unggul dari China," kata Horne.

Pompeo, yang menjatuhkan banyak sanksi untuk China pada hari-hari terakhir jabatannya, pada Selasa (19/1) menyebut China telah melakukan "genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan" terhadap umat Islam etnis Uighur.

"Upaya Pompeo ini tidak ada artinya, itu hanya lembaran-lembaran kertas," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

"Politisi AS ini terkenal suka berbohong dan menipu dan dia menjadikan dirinya bahan tertawaan," kata juru bicara itu.

China berulang kali membantah tuduhan pihaknya terlibat pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis minoritas Uighur di Xinjiang. Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan setidaknya satu juta warga etnis Uighur dan masyarakat muslim lainnya telah ditahan dalam kamp konsentrasi.

Pengganti Pompeo yang ditunjuk oleh Biden, Antony Blinken, pada Selasa mengatakan ia setuju dengan penilaian pendahulunya.

Blinken, di hadapan anggota Senat AS, mengatakan tidak diragukan lagi China jadi tantangan buat AS. Ia meyakini ada dasar yang kuat untuk membentuk kebijakan yang didukung oleh dua partai di AS untuk menghadapi Beijing. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler