Pemikiran Gus Dur Dinilai Masih Sangat Relevan

Jumat, 28 September 2012 – 00:46 WIB
KH Mustofa Bisri saat memberikan tausiyah pada acara Tahlil Akbar dan peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur, Kamis (27/9) malam di Ciganjur, Jakarta Selatan. Foto : Arundono W/JPNN
JAKARTA - Pemikiran KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) khususnya tentang pluralisme, hingga saat ini masih sangat relevan. Apalagi dalam kehidupan keagamaan terkini, prasangka terhadap sesama umat beragama dan juga antar-umat beragama masih saja ada.  

Penegasan itu dikemukakan KH Quraish Shihab saat memberikan tausyiah malam Tahlil Akbar dan peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur, kompleks pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (27/9) malam.  Di acara yang dihadiri ribuan warga nahdliyin itu Quraish mengatakan, pemikiran pluralis Gus Dur yang sangat menghargai perbedaan, membela kaum minoritas, dan kedekatannya dengan beragam tokoh agama lain, sering disalahartikan oleh sebagian umat Islam. Padahal setelah Gus Dur tiada, banyak orang akhirnya mengakui kebenaran dan kehebatan toleransi yang ditunjukkan Gus Dur.  

Bahkan masih menurut Quraish, pluralisme yang diperjuangkan Gus Dur lahir dari pemikiran jernih, kepedulian, dan juga berdasar pada Alquran dan hadist. "Perintah membantu umat lain seperti membantu pembangunan gereja, juga ada dalam perintah Nabi Muhammad sebagai bukti sikap Nabi dalam menghormati dan toleransi," kata Quraish.

Dengan demikian, imbuh ketua Ikatan Alumi Al Azhar Mesir itu, pemikiran Gus Dur harus terus disosialisasikan dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Dalam kesempatan sama KH Mustofa Bisri menceritakan sosok sahabat, guru, dan manusia langka bernama Gus Dur.   "Gus Dur itu sangat berani, termasuk menentang arus kekuasaan dan siapa pun akan dilawan. Tapi keberanian itu didasarkan atas kebenaran dan kecintaan pada sesama," kata Mustofa.    

Dalam memperingati 1000 hari wafatnya Gus Dur, pria yang karib disapa dengan panggilan Gus Mus itu mengajak seluruh umat untuk hidup sederhana, dan tidak korupsi. "Ini bentuk implementasi sikap hidup sederhana Gus Dur," katanya.  

Hadir dalam acara itu antara lain Menteri Agama Suryadharma Ali, Mendikbud M Nuh, Ketua MK Mahfud MD, mantan Menag Basyuni, anggota BPK Ali Masykur Musa, mantan Menteri Urusan Peranan Wanita, Khofifah Indar Parawansa, Akbar Tandjung, Pimpinan Ponpes Assidiqqiah Nur Iskandar SQ, pengamat Islam dari Jepang, Mitsuo Nakamura dan sejumlah pengamat dari beberapa negara. (fas/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pastikan Audit Atas Kinerja KPK Bukan Karena Curiga

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler