Pemilu Legislatif Hong Kong, Penyeru Golput Diperlakukan Seperti Kriminal

Minggu, 19 Desember 2021 – 23:39 WIB
Pria memanjat gedung berlantai 68 di Hong Kong pada Jumat guna membentangkan bendera simbol rekonsiliasi antara China dan wilayah tersebut. Foto : (https://www.telegraph.co.uk)

jpnn.com, HONG KONG - Hong Kong menggelar pemilihan umum legislatif (LegCo) pada Minggu mulai pukul 08.30 hingga 10.30 waktu setempat (09.30-11.30 WIB).

Sedikitnya 10.000 ribu polisi dikerahkan, baik yang berseragam maupun tidak, termasuk pasukan khusus untuk menjamin kelancaran pemilu, demikian Komisioner Pasukan Kepolisian Hong Kong (HKPF) Raymond Siu Chak Yee kepada pers.

BACA JUGA: Ini Sinyal Tamatnya Kebebasan Pers di Hong Kong

Pihaknya menegaskan tidak akan memberikan toleransi apa pun kepada para perusuh.

Komisi pengawas disiplin juga mengeluarkan surat jaminan penahanan baru terhadap sejumlah aktivis, seperti Nathan Law yang menyerukan golput.

BACA JUGA: Jumlah Penduduk Hong Kong Menyusut dari Tahun Lalu, Ada Kaitannya dengan Kebijakan Antidemokrasi Tiongkok?

Nathan dan Ted Hui Chi Fung serta beberapa mantan anggota parlemen dan dewan distrik setempat yang berada di luar negeri, masih terus menyerukan golput.

Secara umum situasi di Hong Kong menjelang pemilu aman dan terkendali.

BACA JUGA: Berani Bela Demonstran Anti-China, Surat Kabar Hong Kong Berakhir Tragis

Beberapa warga mengaku menerima pesan tertulis dari otoritas setempat untuk melakukan pemungutan suara pada Minggu pagi.

Sedikitnya 500 unit taksi telah dipasangi spanduk yang berisi ajakan kepada masyarakat setempat untuk memenuhi hak pilihnya.

Dalam satu tahun terakhir sejumlah aktivis di Hong Kong ditangkap dan diadili sebagai akibat dari aksi unjuk rasa menolak diberlakukannya Undang-Undang Keamanan Nasional. (ant/dil/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler