Pemkab Dompu Distribusikan Benih Jagung

Jumat, 05 November 2021 – 17:52 WIB
Dinas Pertanian Kabupaten Dompu mendistribusikan benih jagung langsung kepada penerima manfaat Kelompok Tani Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo. Foto: Dok. Pemkab Dompu

jpnn.com, DOMPU - Untuk mendapatkan panen yang maksimal, dibutuhkan perencanaan matang. Mulai dari pra maupun pascapanen. Itu pula yang kini tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Memasuki musim hujan 2021, dinas pertanian setempat melakukan penurunan dan pendampingan benih jagung melalui Kelompok Tani di Desa Tolokalo Kecamatan Kempo.

BACA JUGA: Vanessa Angel Terpental Keluar dari Dalam Mobil, Begini Analisis Pakar Safety

Kebijakan tersebut dilakukan agar pembagian benih jagung tepat waktu dan sasaran.

"Petani juga tidak kewalahan mencari benih pada saat penanaman pada awal musim tanam," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan (TP) Dinas Pertanian Kabupaten Dompu Hidayat melalui keterangan tertulisnya.

BACA JUGA: Efek Sekolah Lapang, Panen Petani NTT Melonjak Drastis

Hidayat menjelaskan pihaknya mendistribusikan benih jagung langsung kepada penerima manfaat Kelompok Tani Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo.

Ini sebagaimana data pemerintah, di mana ada 14 kelompok yang mendapat bantuan sebesar 1.161 Ha diakumulasikan 17.145 ton varietas jagung Pioner 35.

"Benih jagung yang berkualitas ini untuk mendukung indeks produktivitas nasional," lanjut dia.

Untuk menjamin ketepatan sasaran, pihaknya didampingi UPTD Kecamatan Kempo, TNI Babinsa Desa Tolokalo, PPL Desa Tolokalo Kecamatan Kempo.

"Jagung langsung diturunkan melalui pengurus kelompok tani. Benih ssudah diperiksa BPSP Balai Pemeriksa Sertifikat Benih untuk mengetahui masa berlaku layak atau tidak," ungkap Hidayat.

Ketua Kelompok Tani Tolo Lenti, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo Ketut Arse menyatakan merasa senang adanya bantuan subsidi benih jagung dari Kementerian Pertanian.

Dengan bantuan benih jagung tersebut, kata dia, pihaknya bisa mencukupi kebutuhan anggota kelompok tani jagung.

"Bantuan benih yang berkualitas petani akan meningkatkan produktivitasnya sembilan ton per hektare meningkat 12 ton per hektare," kata dia.

Sementara Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Tolokalo Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu Ruslan menegaskan sebagai mitra dan pendamping kelompok tani, dengan adanya benih bantuan pemerintah semua anggota terakomodir mendapatkan bantuan sesuai dengan luas lahannya.

Dia berpesan secara teknis sebelum melihat dulu labelnya masa berlakunya, jangan sampai labelnya kadaluarsa karena akan mempengaruhi pertumbuhan jagung.

"Petani juga harus mengikuti anjuran teknis bagaimana pengolahan lahan yang benar, jarak tanam dan pemberian pupuk yang berimbang sesuai yang direkomendasikan," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan penangkaran benih padi vital untuk pemberdayaan dan kemandirian petani agar berdaya saing.

Penangkaran padi ini terutama dilakukan melalui SL IPDMIP bagi petani di daerah irigasi (DI) pada 74 kabupaten di 16 provinsi.

“Petani bisa dibina menjadi ahli agar produksi benih padi lebih berkualitas serta membuka akses bagi petani akan lebih mudah memperoleh benih unggul, karena telah banyak tersedia,” kata Dedi Nursyamsi kepada petani dan penyuluh pertanian pada dialog interaktif melalui daring.

Dukungan IPDMIP melalui sekolah lapang, katanya, mendukung kemampuan petani menjadi penangkar benih untuk kemandirian benih maupun memenuhi kebutuhan setempat, melalui kelompok tani (Poktan) dan Gapoktan.

Menurut Dedi, program penangkaran benih oleh IPDMIP sejalan dengan instruksi dan arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Mentan Syahrul, kata Dedi, memberi perhatian serius pada IPDMIP untuk mendukung pencapaian ketahanan pangan melalui ketersediaan benih padi bagi petani. (rhs/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Dompu   Jagung   benih jagung   NTB  

Terpopuler