Pemkot Jakarta Utara Dukung Pengembangan Program P2L Kementan

Senin, 29 Maret 2021 – 14:36 WIB
Kementan meyakini urban farming membantu pertumbuhan ekonomi. Foto: Kementan.

jpnn.com, JAKARTA UTARA - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara mendukung program smart farming pekarangan pangan lestari (P2L) besutan Kementerian Pertanian (Kementan).

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Utara Unang Rustanto menyebut program itu sangat bermanfaat untuk masyarakat.

BACA JUGA: Kementan dan Mitra Sepakat Menyerap 16.000 Ton Gabah Petani di Pati

"P2L itu mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta mampu menekan angka stunting," kata Unang, Minggu (28/3).

Dia menjelaskan saat ini ada 4 kecamatan dari 10 lokasi yang mendapat plot penerapan P2L, yaitu Cilincing, Tanjung Priok, Koja, dan Kelapa Gading.

BACA JUGA: Pertarungan Politik 2024 Demokratis jika Moeldoko Dijauhkan dari Istana

Pemkot Jakarta Utara berkomitmen untuk terus mengembangkan program itu sesuai anggaran yang ada.

"Alhamdulillah kalau untuk wilayah Jakarta Utara progresnya lumayan cepat dibanding wilayah lain," ujar Unang.

BACA JUGA: AH Bukan ASN yang Patut Dicontoh, 2 Wanita Juga Diamankan, Hmmm

Di Jakarta Utara sudah ada sejumlah kelompok tani yang menggeluti smart farming. Per kelompoknya berisi 32 orang yang ditugasi mengembangkan P2L ke lokasi lain.

Unang bakal menambah kebutuhan yang diperlukan agar P2L lebih merata demi meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga.

"Alhamdulillah antusiasme masyarakat untuk kegiatan urban farming ini juga sangat tinggi," katanya.

Sebagai contoh kegiatan urban farming di Kantor Wali Kota sudah meluas dengan membuat rumah hidroponik berukuran 3 x 4 m, lahan sawah 100 m, taman toga 150 m, kebun sayur hortikultura 100 m, dan peternakan ikan sekitar 200 m.

Merespons hal itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut program P2L merupakan strategi pemerintah menjaga ketahanan pangan keluarga, terutama di masa pandemi Covid-19 dan menghadapi musim kemarau.

"Dalam kondisi krisis seperti Covid-19 ini, pertanian menjadi jawaban untuk bisa survive. Tidak perlu lahan besar, kami manfaatkan lahan di pekarangan dengan baik. Jadi di pekarangan ini semua orang bisa bertani," katanya.

Dia meminta kepada seluruh pemerintah daerah mulai gubernur hingga tingkat desa selalu mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga yang sehat dan bergizi.

"Saya minta para kepala daerah agar terus mendorong pemanfaatan pekarangan di setiap rumah sebagai sumber pangan keluarga. Ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan keluarga," kata Mentan Syahrul. (cr3/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler