Pemodal Ventura Bisa Membantu Startup Bertahan di Tengah Pandemi

Senin, 23 Agustus 2021 – 20:20 WIB
Skystar Capital, salah satu perusahaan modal ventura di Indonesia yang berfokus kepada startup teknologi. Foto: Skystar Capital

jpnn.com, JAKARTA - Perusahaan rintisan atau startup perlu memanfaatkan layanan yang disediakan oleh perusahaan modal ventura untuk mempertahankan eksistensi bisnisnya di tengah pandemi Covid-19.

Gabriella Thohir, Analyst Skystar Capital, mengatakan bahwa kolaborasi antara startup dengan pihak eksternal perlu dioptimalkan untuk memperluas jaringan, publikasi, dan mempermudah akses pendanaan.

BACA JUGA: Bahana Artha Ventura Target Salurkan Rp 100 Miliar

Menurutnya, pemodal ventura dapat menjadi salah satu katalis, tidak hanya untuk penggalangan dana, tetapi juga sebagai mentor yang dapat memberikan keahlian, saran, dan mitra strategis.

"Sering kali, informasi atau wawasan ahli yang dimiliki oleh tim investasi pemodal ventura dapat membantu para wirausahawan mendapat gambaran pasar yang lebih luas dan mengakselerasi bisnisnya," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (23/8).

BACA JUGA: Astra Ventura Sudah Kucurkan Rp 900 Miliar untuk IKM

Gabriella menambahkan, dari segi pendanaan, akan ada pemodal ventura yang cocok untuk startup pada setiap tahap. Selebihnya, tidak sedikit pemodal ventura yang berfokus kepada startup yang masih berada di tahap awal seperti Skystar Capital, yang spesifik melihat startup dalam tahap pendanaan Seed sampai Series A.

"Kami berdedikasi untuk mendukung, dengan pendanaan maupun nilai tambah lainnya, perusahaan startup yang berjalan setidaknya 1-2 tahun dengan produk atau jasa yang telah mendapatkan product-market fit," imbuhnya.

BACA JUGA: Jelang Hadapi Israel, Ventura Analisa Kesalahan Kontra Prancis

Namun demikian, perusahaan modal ventura pada umumnya juga melakukan seleksi terhadap startup yang akan mendapatkan suntikan dana. Setidaknya ada tiga kriteria yang menjadi pertimbangan, yakni profil tim, ukuran pasar, dan model bisnis.

Menurut dia, profil tim sebuah startup harus saling melengkapi baik dari sisi keterampilan, kompetensis, maupun pengalaman. Startup yang unggul akan dipimpin oleh Founder yang memiliki visi yang jelas tentang keakanan startupnya dan berisikan tim yang dapat melaksanakan tugas-tugas yang perlu dihadapi dalam proses perkembangan tersebut.

Dari sisi ukuran pasar, Gabriella menjelaskan pentingnya startup beroperasi di dalam total pasar yang cukup besar. Ini karena seberapa besar peluang untuk startup tersebut bisa masuk ke dalam pasar, mempertimbangkan pesaing pasar lainnya, bergantung kepada ukuran pasar.

Sementara, untuk model bisnis, Gabriella menekan bahwa model bisnis harus sesuai dengan target market terpilih karena ini menjadi sumber inti penghasilan startup tersebut. Pemodal ventura akan mencari startup yang memiliki model bisnis yang bisa menghasilkan penghasilan yang terukur dan berkelanjutan.

"Seiring dengan model bisnis, traksi sebuah startup menjadi tolak ukur keberhasilan dan juga validasi bahwa produk atau jasa tersebut diminati oleh target audiensnya," ujar Gabriella. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler