Pemprov Jabar Akan Bentuk Santri Siaga Bencana

Sabtu, 29 Februari 2020 – 00:13 WIB
Wakil Gubernur Jabar UU Ruzhanul Ulum meninjau peralatan penyelamatan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Jabar di Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jumat (28/2/2020). Foto: ANTARA/Feri Purnama

jpnn.com, SUMEDANG - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta Kantor Pencarian dan Pertolongan untuk melatih dan membentuk santri siaga bencana agar memiliki kemampuan diri dalam membantu penanggulangan berbagai bencana alam yang terjadi di wilayah provinsi itu.

"Saya harap Basarnas memberikan pelatihan kepada santri, karena kami akan membuat santri siaga bencana," kata Uu saat menghadiri Hari Jadi ke-48 Basarnas di Kantor Pencarian dan Pertolongan Jabar di Sumedang, Jumat.

BACA JUGA: Anies Bawa Bingkisan Sarung dan Madu Arab saat Bertemu Wagub Jabar

Basarnas merupakan lembaga yang memiliki kemampuan profesional dalam memberikan bantuan dan pertolongan bagi orang yang terkena musibah, ujarnya.

Ia berharap, Basarnas dapat membantu membentuk komunitas atau kelompok masyarakat untuk selanjutnya memberi pelatihan tentang keselamatan dan pertolongan kepada para santri di Jabar.

BACA JUGA: Wagub Jabar Minta HIPMI Bantu Pemerintah untuk Mencetak Pengusaha Baru

"Saya mohon dibantu kehadiran santri siaga bencana untuk dilatih oleh Kantor Sar sendiri," kata mantan Bupati Tasikmalaya itu.

Ia berharap, Basarnas diusianya ke 48 tahun bisa semakin kuat dalam setiap melaksanakan tugas dan tercapai setiap tujuannya dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Soal Hasil Survei Indo Barometer, Ridwan Kamil: Saya Syukuri Saja

Basarnas, kata dia, sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di Jabar yang memiliki tingkat ancaman bencana alam yang cukup tinggi.

"Harapan kami Basarnas harus mampu meningkatkan profesional, karena Basarnas ini sangat dibutuhkan," katanya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jabar Deden Ridwansah menyatakan, siap membentuk komunitas santri untuk memiliki kemampuan dalam memberikan pertolongan dan menanggulangi bencana alam.

Selama ini, lanjut dia, Basarnas memiliki program Go To School yakni memberikan pemahaman tentang tugas fungsi Basarnas dan pengetahuan tentang cara penyelamatan diri maupun orang lain kepada kalangan pelajar.

"Kita ada SAR Go To School, dan nanti akan ada SAR Go To Pesantren dan elemen masyarakat dalam dekat ini," kata Deden. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler