Pemprov Jatim Membandingkan Malang Raya Lebih Siap PSBB daripada Surabaya

Selasa, 12 Mei 2020 – 05:05 WIB
Ribuan kendaraan masih melanggar aturan PSBB tahap I di Surabaya. Ilustrasi Foto: ANTARA/Zabur Karuru

jpnn.com, SURABAYA - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto telah resmi menyetujui pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di wilayah Malang Raya.

PSBB wilayah Malang Raya meliputi wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 Bertambah, Pemprov Jatim Kritik Pemkot Surabaya Lagi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyebut sudah mendapatkan informasi tersebut. Saat ini Pemprov Jatim sedang mempersiapkan penyerahan Peraturan Bupati dan Peraturan Walikota wilayah Malang Raya terkait waktu pelaksanaan PSBB.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono mengatakan, saat ini pihaknya sudah mendapatkan informasi bahwa Perwali dan Perbup terkait PSBB Malang Raya yang sudah siap.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Klaster Freeport Dimulai, Pemprov DKI Ingkar Janji? Telur Infertil

"Perbup dan Perwali sudah diselesaikan hari ini selesai. Mungkin besok kita sudah bisa menerima itu," kata Heru di Gedung Negara Grahadi, Senin 11 Mei 2020.

Heru juga menyebut wilayah Malang Raya lebih siap daripada Surabaya Raya, dalam pelaksanaan PSBB. 

BACA JUGA: Ribut-ribut Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya soal Klaster Corona di Sampoerna

Dia mengatakan bahwa tim di Malang Raya selama ini melakukan evaluasi, terkait kelebihan dan kekurangan pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya.

Contohnya, Malang sudah menyiapkan gugus-gugus tugas Covid-19 yang berasal dari rakyat sipil alias sukarelawan.

Para sukarelawan tersebut berasal dari pengurus RT, RW, Karang Taruna, hingga para mahasiswa.

"Karena mereka sudah lakukan evaluasi tentang PSBB Surabaya Raya. Info dari mereka, Malang Raya akan lebih siap dalam melakukan PSBB daripada Surabaya Raya. Banyak sukarelawan yang gabung ingin ikut membantu pelaksaanan PSBB di Malang Raya," katanya.

Tak hanya itu, pedesaan dan perkampungan di Malang Raya, juga turut aktif membantu pelaksanaan PSBB.

Warga Malang Raya membentuk program Kampung Tangguh, RT/RW Tangguh, hingga Desa Tangguh.

Hal itu dilakukan, untuk memproteksi terkait pergerakan massa atau orang di wilayah tersebut sehingga, penyebaran virus corona bisa dikurangi. 

Kemudian, Gugus Tugas Malang Raya juga akan melakukan pengetatan di titik-titik check point menuju wilayah pegunungan tersebut sehingga tidak akan kecolongan adanya ODP atau bahkan PDP dari luar Malang Raya, yang masuk ke tiga daerah itu. (ngopibareng/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler